Biografi tokoh fiksi Marvel Guardian of Galaxy
Nama asli : Ego
Alias :
Si Planet Hidup,
Malaikat,
Jackass,
Si Manusia Angkasa,
Pria Kecil,
Pria kecil berukuran satu inci,
David Hasselhoff,
Si Alien,
Sang Pelaut (oleh Peter Quill),
Samudra,
Planet sampah aneh.
Malaikat,
Jackass,
Si Manusia Angkasa,
Pria Kecil,
Pria kecil berukuran satu inci,
David Hasselhoff,
Si Alien,
Sang Pelaut (oleh Peter Quill),
Samudra,
Planet sampah aneh.
Ras/spesies : Celestial (dibaca slestial)
Jenis kelamin : Pria.
Usia : Jutaan Tahun.
Status : meninggal.
Kemunculan :
Dalam film Guardian of Galaxy (disebutkan), Guardians of the Galaxy Vol. 2
Aktor pemeran
Diperankan oleh Kurt Russell,
Aaron Schwartz (versi muda),
David Hasselhoff (versi alternatif).
Aaron Schwartz (versi muda),
David Hasselhoff (versi alternatif).
Keluarga :
Peter Quil alias StarLord (putra).
Merdith Quil (istri/meninggal).
Ratusan ribu anak tak bernana.
Ratusan ribu istri/mantan istri tanpa nama.
Merdith Quil (istri/meninggal).
Ratusan ribu anak tak bernana.
Ratusan ribu istri/mantan istri tanpa nama.
Sekutu :
Merdith Quil mantan istri skaligus korban.
Mantis mantan asisten.
Mantis mantan asisten.
Kekuatan dan kemampuan
Psikologi setara Dewa :
Sebagai seorang Celestial, yaitu ras primordial yang berwujud mirip otak dengan potensi supranatural yang luar biasa, ia mampu memanipulasi elemen materi dan juga energi.
"Tidakkah menjadi Abadi itu terasa membosankan? "
"Tidak jika kau memiliki tujuan,"
Dialog antara Peter Quil alias Star-Lord dan Ego.
Keabadian : sebagai spesies ras yang telah ada sejak lama, Ego menjelaskan sambil mengajak Star-Lord, Gamora dan Drax tur berkeliling planetnya,
bahwa dia telah berusia lebih dari jutaan tahun. Ego hanya dapat dibunuh apabila wujud aslinya, yaitu inti planet itu sendiri dihancurkan.
Kekuatan manusia Super : Sebagai mahluk kosmis yang berwujud fisik, Ego berada pada tingkatan manusia super yang luar biasa. Dia dapat dengan santai menghancurkan Walkmanset milik Quill dengan sekali remasan tangannya.
dan juga tanpa merasa kesulitan menghancurkan bebatuan serta mendorong Quil menembus pusat bumi yang luas di bawah tanah selama pertarungan mereka.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Colector, bahwa para Celestial memiliki kekuatan yang nyaris tanpa batasan, dalam tingkat level Celestial mereka mampu menggunakan Infinity Stones tanpa mengalami kerusakan sedikitpun.
Daya Tahan Luar Biasa : disamping itu semua, Ego juga memiliki daya tahan super yang membuat dia hampir tidak bisa dibunuh melalui metode serangan fisik. Tubuh biologisnya juga mampu bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.
Dia dapat bertahan dari serangan kekuatan kosmis milik Peter, tak menderita luka sedikitpun meski terhempas dan tubuhnya menabrak batu dengan kecepatan peluru.
Ego juga bisa berdiri di atas permukaan kapal ruang angkasa miliknya yang tak lain adalah ruang kedap udara dan sangat berbahaya bagi mahluk biologis normal, tanpa mengalami cedera.
"Selama jutaan tahun, aku telah belajar memanipulasi molekul yang ada di sekitarku. Aku tumbuh lebih pintar, dan lebih kuat. Dan sejak itu, aku terus membangun berlapis-lapis, permukaan planet yang sedang kau pijaki saat ini". (Ego pada para Guardian of the Galaxy)
Manipulasi Molekuler : Ego mampu memanipulasi materi ke tingkat molekul berkat kekuatan kosmis miliknya. Saat memberi Star-Lord, Drax dan Gamora tur di planetnya, dia mengakui bahwa bahkan untuk seorang Celestial seperti dirinya, diperlukan jutaan tahun untuk dapat menguasai tekhnik ini.
Manipulasi materi : Selama pertempuran dengan Quil, dia menciptakan berbagai organ tubuh seperti tentakel ataupun lengan raksasa untuk berinteraksi jarak dekat dari materi dan energi,
bahkan menciptakan versi raksasa humanoid dirinya sendiri.
bahkan menciptakan versi raksasa humanoid dirinya sendiri.
Terbang : Ketika melawan Quill di dalam ruang lingkup planetnya, Ego dapat melayang dan terbang melintasi udara kosong dengan kecepatan setara sebuah peluru bersamaan dengan anaknya Quil.
Diduga ia melakukan ini dengan memanfaatkan molekul atau gravitasi sekitarnya untuk mendorong dan meluncurkan tubuhnya sendiri.
"Planet ini adalah Ego sendiri. Seekor anjing tidak akan mengundang kutu untuk tinggal di punggungnya". (Mantis).
Wujud Planet : Ego dapat menggunakan manipulasi molekulernya untuk menciptakan cangkang berlapis di sekeliling dirinya sendiri, yang setelah melewati periode jutaan tahun, dia berkembang menjadi sebuah planet.
Dia bisa memanipulasi planet ini, hingga pada tingkat molekuler. Otaknya, yaitu tubuh aslinya, tersimpan di pusat inti planetnya, sementara bentuk energinya bisa disalurkan disetiap permukaan planet ini dan menggunakan materi yang dimanipulasi untuk mewujudkan dirinya secara fisik.
Karena pada dasarnya secara langsung dialah planet itu sendiri, dia bisa lebih mudah memanipulasinya dan membentuk kembali strukturnya, dengan menjebak anggota Guardian Galaxy sehingga tidak menyadari di mana sesungguhnya mereka berada.
Menciptakan Benih : Ego mampu menciptakan bibit atau benih asing untuk menaklukkan setiap dunia yang ada di alam semesta ke dalam ekstensinya sendiri. Ketika diaktifkan, bibit ini mulai menyelubungi planet yang ditanami dan merubahnya menjadi bagian dari dirinya sendiri.
Energy Manipulation : Ego pada dasarnya mewujudkan kekuatannya sebagai "cahaya". Secara khusus, energi ini adalah cahaya biru yang sifatnya menyala nyala Ego mampu membentuk dan mengubahnya menjadi wujud fisik.
ia pernah memproyeksikan pancaran sinar dari jari-jarinya yang mampu membuka kekangan borgol. Dia bahkan mengajari anaknya Peter Quill, bagaimana cara memanipulasi energi cahaya tersebut.
Sinar Tentakel : Dia mampu menciptakan tentakel cahaya besar untuk melawan dan menahan Quill dan sekutunya. Mereka juga bisa menembus melalui tubuh korbannya untuk membuat mereka merasakan sakit atau yang paling fatal membunuhnya tanpa perlu menimbulkan kerusakan fisik,
seperti yang terjadi pada Quill saat tentakel tersebut melewati menembus tubuh dan kepalanya. sulur ini juga dapat berfungsi sebagai tali tambang yang Ego gunakan saat ia menancapkan dirinya sendiri di atas permukaan kapalnya sambil berdiri di luar kapal, diduga ia memperoleh energi ini dari sekitarnya dan ia menembakkan proyektil energi tersebut sehingga mengakibatkan hancurnya armada pesawat sovereign.
Light Beams : Ego terlihat mampu memproyeksikan beberapa ledakan energi cahaya saat berdiri di luar kapalnya yang cukup kuat untuk menghancurkan semua pesawat ruang angkasa Sovereign yang pada saat itu tengah menyerang Guardian of Galaxy.
Wujud energi : Dia juga bisa memanipulasi energi untuk menciptakan bentuk humanoid dirinya sendiri. Cahaya itu juga bisa secara langsung memiliki struktur planet ini untuk memungkinkan dia memanipulasinya dengan lebih mulus dan membentuknya kembali.
Power Draining : Dia menggunakan kemampuan manipulasi cahaya untuk menarik kekuatan celestial dari esensi Quil untuk mengaktifkan bibit yang telah di tanamnya di seribu dunia.
Hipnotis : Ego memiliki kemampuan untuk membuat orang patuh terhadap kehendaknya dengan cara menyentuhkan jari ke dahi korbannya, mengirimkan gelombang energi ke dalam pikiran mereka. Dia menggunakan metode ini untuk memaksa anak-anaknya dalam usaha mengaktifkan bibitnya.
Ego melakukan ini pada Star Lord dan membuat bola matanya berubah hitam, keadaan ini memberi Quil pengelihatan masa depan tentang apa yang terjadi ketika Ego mencapai tujuannya yang tak lain adalah keabadian.
Namun, korban dalam hal ini dapat menolak jika ikatan yang mereka miliki untuk seseorang begitu kuat sehingga emosi ini dapat membantu mereka
melepaskan diri dari pengaruh hipnotis , atau jika mereka berada di tingkat kemarahan yang exstrim, seperti ikatan Star-Lord untuk sahabat serta ibunya yang memicu kemarahan Quil terhadap Ego karena telah menanamkan tumor dalam kepala ibunya hingga mengakibatkan ia meninggal.
Manipulasi Biologis : Ego juga terbukti dapat menciptakan dan memanipulasi materi biologis, termasuk avatar dirinya sendiri, yang ia ciptakan untuk merasakan bagaimana rasanya menjalani kehidupan sebagai seorang manusia.
" hal Ini menghancurkan hatiku sesudah meletakkan tumor di kepalanya." (Ego pada Peter Quill).
Memanipulasi sel : Ego mampu memanipulasi sel tubuh manusia termasuk menciptakan tumor di dalam otak Meredith Quill untuk tujuan membunuhnya.
Penciptaan Avatar : Agar bisa berinteraksi dengan bentuk kehidupan yang memiliki tingkat kecerdasan, dan menjelajahi seisi alam semesta, Ego menciptakan avatar humanoid yang mencerminkan gagasannya tentang keberadaan makhluk humanoid biologis.
Avatar-nya tak lain dari perpanjangan dari kesadaran Ego sendiri, dilengkapi dengan sistem pencernaan, sistem syaraf yang memungkinkan dia merasakan rasa sakit bahkan lebih jauh sistem reproduksi, seperti yang Ego jelaskan kepada Drax bahwa dia "memang memiliki penis".
Namun, ia masih perlu pulang kembali ketubuh planetnya secara berkala untuk melakukan fase regenerasi dalam cahaya planetnya agar terus berfungsi.
Regenerasi : Tubuh avatar tersebut dapat memperbaiki kembali dirinya sendiri jika mengalami tingkat kerusakan, dan terbentuk kembali dari tanah saat benar-benar hancur.
Ketika Star-Lord berulang kali menembaki Ego setelah mendengar pengakuannya, avatar Ego mulai segera memperbaiki dirinya sendiri. Bahkan selama pertempuran dengan anaknya, tubuh Avatar tersebut selalu memperbaiki dirinya sendiri jika menderita terlalu banyak kerusakan.
Aku berusaha sangat keras untuk dapat menemukan bentuk yang paling sesuai denganmu, dan ini adalah ucapan terima kasih yang ku dapatkan ? (Ego kepada Peter Quill).
Perubahan bentuk : wujud Avatar Ego juga bisa diubah menjadi variasi yang sangat beragam. saat ia menunjukkan pada anaknya Peter Quill dengan mengubah dirinya menjadi David Hasselhoff.
Kemampuan
Kecerdasan Tingkat Genius: Ego adalah makhluk yang sangat cerdas, sampai-sampai menjadi sangat pintar bahkan bisa mengakali Wali, dan bahkan memanipulasi mereka untuk berteman dengannya.
Dia menyatakan bahwa jutaan tahun pembelajaran telah membuatnya semakin bijak dan cerdas. Selain itu, semua pengalaman itu memungkinkannya untuk menghadapi situasi bahaya atau konflik, dan mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
"Ku sebut ini "Ekspansi". Ini adalah tujuan yang sesungguhnya, dan saat ini juga akan menjadi tujuanmu. Selama ribuan tahun aku telah menanamkan ribuan ekstensi diriku sendiri lebih di ribuan dunia.
Aku harus memenuhi satu tujuan sejatiku, yang tak lain adalah untuk tumbuh dan menyebar, menutupi semua yang ada hingga semua yang ada adalah aku!" (Ego pada Star-Lord).
Ego tak lain adalah makhluk kosmik, purba yang sangat tangguh, skaligus ayah kandung Peter Quill. memiliki sifat asli maniak dan juga kejam dengan kekuasaan setara dewa,
Ego dalam usaha pencariannya atas apa makna hidupnya, memilih menaklukkan seluruh alam semesta dengan mewujudkan peristiwa tingkat kepunahan omnisual yang dikenal dengan sebutan "Ekspansi".
Untuk melancarkan usahanya ini, Ego bermaksud menyelubungi semua planet yang menopang kehidupan dengan menanamkan bibit asing ke dalam permukaannya,
nantinya bibit ini akan menjadi perpanjangan kesadaran serta eksistensi dirinya. Untuk mengaktifkan kekuatan Ekspansi, dibutuhkan paling tidak dua mahluk Celestial.
Bermaksud menciptakan keturunan Celestial seperti dirinya, Ego menjelajahi seluruh penjuru alam semesta, dan menghamili setiap spesies makhluk luar angkasa yang ia temui dan menghasilkan ribuan anak keturunan.
Ego kemudian menyewa kelompok Ravager milik Yondu, untuk menculik dan membawa keturunannya kembali ke planetnya. Ketika anak-anaknya gagal mewarisi gen Celestial dirinya, Ego membunuh mereka dengan metode tertentu sehingga mereka tak perlu merasakan sakit dalam prosesnya.
Jasad dan sisa-sisa kerangka mereka ditinggalkan dalam gua tepatnya di bawah tanah yang ia susun menjadi berbentuk planet.
Setelah Ego mendengar sebuah kisah tentang seorang pria dari Bumi yang mampu memegang "infinity stone" dan masih tetap hidup sesudahnya, ia menyadari bahwa pria ini pastilah anak hasil hubungannya dengan "Meredith Quill",
yang gagal dibawa oleh Yondu Udonta kepadanya. Setelah Ego bersatu kembali dengan anak kandungnya, dia mengikatkan diri dengannya setelah yakin dan memastikan bahwa anaknya berhasil mewarisi gen Celestial miliknya,
dan kemudian menjelaskan kepada anaknya tentang tujuanutamanya untuk memperluas alam semesta dengan menempatkan Quill di bawah pengaruh hipnotis supaya ia dipatuhi.
Namun, ketika Ego mengakui bahwa ialah yang bertanggung jawab atas kematian Meredith, Quill terbebas dari pengaruh hipnotisnya dan bersatu kembali dengan rekan Guardian of Galaxynya,
sekarang bahkan Mantispun ikut bergabung, untuk membunuh Ego dan menggagalkan proses Ekspansi, sehingga mampu menyelamatkan miliaran kehidupan yang tidak bersalah di seluruh jagat raya.
Biografi
Selama lebih dari jutaan tahun yang lalu, tak ada yang mengetahui asal mula Ego bahkan dirinya sendiri. Yang bisa ia ingat hanyalah ketika dirinya dilahirkan sendirian, tidak memiliki orang tua dan tidak dilengkapi tubuh; dia muncul sebagai makhluk yang termasuk dalam kategori ras purba yang dikenal sebagai "Celestial".
Meskipun tinggal dalam kesendirian dalam jangka waktu yang sangat lama, diperkirakan selama bertahun-tahun, ia mengembangkan kemampuan untuk memanipulasi molekul dan materi, yang membuatnya mampu membangun lapisan pelindung inti di sekeliling dirinya sendiri.
Selama bertahun-tahun secara perlahan lahan, ia terus membangun lapisan planet di atas inti yang berevolusi menjadi planet itu sendiri. Titik Koordinat lokasi planet Ego adalah G52 22C848T12F + E16UC22.
Setelah itu, Ego mulai mempertanyakan apa tujuan hidupnya dan Untuk mencari tujuan dan makna itu sendiri, Ego menciptakan tubuh avatar humanoid biologis, yang merupakan perpanjangan dari kesadarannya,
nantinya akan ia pergunakan untuk menjelajahi alam semesta dan tinggal di antara peradaban galaksi untuk belajar dan mengalami semua peradaban antar galaksi yang ada.
Selama perjalanannya menjelajahi kosmos, dia menemukan ternyata apa yang ia lakukan sangat "mengecewakan" dan itu semua bukanlah tujuan sejati dari hidupnya.
Setelah menentukan tujuan sebenarnya dari dirinya, Ego menciptakan bibit asing dan menanamkan mereka di ribuan planet sebelum benih tersebut mampu menyelubungi semua dunia yang telah dikunjunginya menjadi perpanjangan baru dirinya.
Ego menyebut tujuannya ini sebagai fenomena ''Ekspansi''. Namun ada satu masalah, benih hanya bisa diaktifkan dengan kombinasi dua mahluk Celestial. Oleh karena itu, dia menghamili ribuan spesies mahluk asing
kemudian mempekerjakan Yondu Udonta untuk menculik anak-anak tersebut dan membawakannya ketangannya. Di sisi lain, hampir semua anaknya gagal mewarisi gen Celestial sehingga Ego kecewa dan membunuh mereka tanpa rasa sakit, kemudian menyembunyikan sisa-sisa kerangka mereka di bawah permukaan planetnya.
"Hatiku adalah milikmu, Meredith Quill. "
"Aku tidak bisa percaya bahwa aku jatuh cinta pada manusia angkasa". (Ego dan Meredith Quill).
Di penghujung tahun 1970-an, Ego mengunjungi Bumi untuk menanamkan benih asing miliknya di wilayah hutan Missouri, Amerika Serikat. Tanpa sengaja, dia bertemu dengan seorang wanita ras manusia bernama Meredith Quill dan seketika saat itu juga mengagumi sosoknya.
di bawah penyamarannya sebagai "pria penjelajah angkasa", Selama hubungan romantisnya dengan Merdith Quil, tepat pada tahun 1980, anak pertama mereka yang dinamai Peter Quill lahir. Peter dengan sukses mewarisi DNA Celestial milik Ego, menjadikan ia sebagai keturunan pertama yang bisa memberinya kekuatan Celestial.
Ego menyadari bahwa dirinya benar-benar tergila-gila pada sosok Meredith dan bahwa perasaannya terhadapnya bisa membuatnya lupa pada tujuan sejati hidupnya.
Takut akan kegagalan menguasai seluruh galaksi, Karena gangguan ini, Ego dengan sengaja (meski berat baginya) menanamkan tumor otak dalam tubuh Merdith, menyebabkan kematiannya pada tahun 1988,
sebelum meninggal dunia Di rumah sakit tepat sebelum kematiannya, Meredith menggambarkan Ego kepada anaknya Quil sebagai sosok 'malaikat' dengan penampakan 'makhluk yang tersusun dari cahaya murni', seluruh keluarganya menganggapnya sebagai halusinasi Merdith.
Selama berminggu-minggu sebelum pasca kematian Meredith, Ego memerintahkan Udonta untuk menculik dan menyerahkan anaknya kepada dirinya.Yondu Udonta, bagaimanapun, perlahan mulai menyadari bahwa Ego telah membunuh setiap anak sebelumnya yang telah dia serahkan ke tangan Planet hidup tersebut.
Dihantui ketakutan skaligus rasa bersalah, Yondu memilih untuk tidak mengantarkan anak laki-laki itu. Sebagai penebusan dosanya, Yondu melatih Quill untuk menjadi seorang Ravager dan menganggapnya seperti putranya sendiri, ia berperan sebagai sosok ayah pengganti baginya (meskipun Yondu tak mengakui hal itu hingga tiba akhir hayatnya).
Yondu tidak pernah mengungkapkan kebenaran tentang Ego kepada Quill dengan maksud untuk melindunginya, dan selalu mengatakan kepadanya bahwa dia menahannya dan menjadikannya bagian dari klan Ravenger
karena dia membutuhkan seorang anak kecil kurus seperti Quil yang cukup berguna untuk menyelinap melewati celah celah kecil untuk kepentingan mencuri benda berharga.
antara masa pasca kematian Meredith Quil dan, kejadian perebutan Infinity Stone, Ego mengangkat seorang anak dan mendidik serta membesarkannya, menjadi asistennya sendiri. Anak ini tak lain adalah Mantis, dan Ego mengajaknya tinggal di planetnya.
"Setelah bertahun-tahun, aku akhirnya menemukanmu. "
"Dan siapa sebenarnya kau?"
"Aku duga penampilanku yang tampan ini pasti akan memperjelas semuanya. namaku Ego, dan aku adalah ayahmu, Peter."
(Ego dan Peter Quill).
Ketika Ayesha mengirimkan ratusan armada pesawat tempur untuk menyerang para Guardian yang berdasarkan alasan Rocket Raccoon mencuri baterai milik mereka pasca mengalahkan Abilisk,
Ego tampak tak terlihat dan tak terdeteksi keberadaannya dan ia menembakkan ledakan proyektil ke ratusan armada Golden High Priestess sebelum Para Guardian menabrak sebuah planet di sebelah selatan Berhert.
Sementara Guardian tetap terdampar di planet itu, Kapal Ego mengikuti mereka kemudian mendarat di permukaan tanah, segera ketika Ego bersama Mantis menemui pihak Guardian dan mengungkapkan dirinya sebagai ayah biologis Quill.
Ketika Ego, Mantis dan Guardian menghabiskan waktu untuk berkemah, Ego berusaha meyakinkan Quill untuk ikut bersamanya pulang ke planet Ego. bermaksud menunjukkan warisan istimewa yang tengah menantinya. Quill naik ke kapal bersama Ego dan Mantis,
ditemani oleh Gamora dan Drax sementara Rocket bersama Groot tak ikut serta dan tetap mengawasi Nebula sambil memperbaiki pesawat mereka yang rusak parah. Ketika Yondu Udonta dan Ravagers tiba di planet Berhert untuk menangkap Quill dan menyerahkannya kepada Ayesha Golden High Priestess yang mempekerjakannya,
Nebula menipu Groot supaya mau membebaskannya, sementara Taserface memicu tindak pemberontakan melawan Yondu dan mengeksekusi para loyalisnya dengan bantuan Nebula,
yang pergi menuju planet Ego untuk membunuh Gamora sebagai balas dendam karena tiap kali kekalahannya bersaing dengan Gamora berakibat lengan kiri dan sebagian besar organ tubuh milik Nebula diganti dengan bagian cybernetic dan mesin oleh ayah mereka Thanos,
Dimaksudkan agar Nebula mampu menandingi Gamora dalam persaingan.
Dimaksudkan agar Nebula mampu menandingi Gamora dalam persaingan.
Setibanya di planet, Ego menemani tamunya Quill, Gamora dan Drax dalam acara tur singkat. Saat Gamora mengajukan pertanyaan mahluk apa Ego sesungguhnya, Ego menjelaskan bahwa dia disebut Celestial,
eksistensinya yang Sesungguhnya tak lain adalah planet yang tengah mereka pijaki saat ini. Dia berada dalam wujud penyamaran humanoid untuk tujuan mengeksplorasi alam semesta dan berinteraksi dengan spesies makhluk hidup lainnya,
bertemu dan jatuh cinta pada ibu Quill, yaitu Meredith Quill. Setelah kematian Meredith, Ego memberi kompensasi pada Yondu untuk membawa kembali Quill muda, namun Yondu tidak pernah menyerahkan anak laki-laki itu, dan sebaliknya, Ego telah lama mencari dan melacak keberadaan anaknya sejak saat itu.
"Selama berjuta-juta tahun eksistensiku, aku telah membuat banyak kesalahan Peter. Tapi kau bukanlah salah satu dari kesalahan itu. Aku mohon beri aku kesempatan untuk menjadi seorang ayah yang di inginkannya.
Ada begitu banyak hal yang perlu ku ajarkan tentang planet ini dan cahaya di dalamnya. Mereka adalah bagian dari dirimu Peter". (Ego pada Star-Lord).
Sambil memandangi patung Ego dan Meredith Quill yang sedang mengandung Peter, Peter menyatakan bahwa keluarganya yang ada di bumi mengira dia mengalami halusinasi karena dia mengira Ego berasal dari bintang-bintang,
Namun mereka menyalahkan tumor tersebut karena menganggapnya sebagai penyebab utama Meredith mengalami delusional. Quill dan Ego keduanya memperdebatkan tentang mengapa Ego tidak pernah kembali untuk mengunjungi Meredith,
Ego menjelaskan bahwa bentuk humanoidnya harus kembali ke planetnya secara berkala jika tidak planetnya akan layu dan mati jika dia tidak kembali; alasan utamanya adalah, dia tidak tahan dengan kematian Meredith, mengklaim bahwa Quill tidak mengerti seperti apa perasaannya.
Quill dengan marah berargumen bahwa Egolah yang tidak pernah merasakan penderitaan yang sama seperti yang dia rasakan karena dia benar-benar menyaksikannya meninggal dunia dengan mata kepalanya sendiri.
Ego dengan sedih menyatakan bahwa, meskipun dia membuat banyak kesalahan selama ribuan tahun, Quill bukanlah salah satu dari kesalahan itu dan dia ingin menjadi sosok ayah bagi Quil, Ego menegaskan bahwa itulah yang diinginkan Meredith.
Dia mengajarkan Quill untuk mefokuskan pikiran pada esensi Ego yang sesungguhnya yaitu inti planetnya, untuk memperoleh kemampuan Celestial sehingga Quil bisa menciptakan bola energi. Ego dan Quill bisa memainkan permainan tangkap bola dengannya, dan ini memunculkan ikatan antara ayah dan anak diantara keduanya.
Di saat yang hampir bersamaan, Drax the Destroyer dan Gamora bertemu dengan Mantis, asisten Ego, dan mulai menanyainya berbagai hal tentang Ego sendiri, dan juga bagaimana bisa Mantis sampai bersamanya. Nebula tiba di planet Ego dan berusaha membunuh Gamora,
yang bertahan dan mengalahkan saudarinya dengan memanfaatkan senapan api, namun kedua saudari itu mulai mencapai kesepakatan dan saling mengungkapkan perasaan, setelah Nebula mengakui rasa sakit hatinya bahwa Gamora hanya memperhatikan dirinya sendiri ketika mereka berdua masih berada dalam cengkraman Thanos,
Akhirnya keduanya menjelajahi planet Ego. Gamora dan Nebula menemukan ribuan kerangka tersembunyi di dalam gua-gua di bawah permukaan planet Ego, dan dugaan Gamora mengenai Ego yang menyembunyikan rahasia dari mereka tampaknya memang benar.
"Hidupku, cintaku, wanitaku adalah lautan ... Peter, inilah lautan itu". (Ego pada Peter Quill sebelum menghancurkan Walkmannya.)
Ego sekali lagi menjalin kedekatan dengan anaknya berkat cinta kasih mereka terhadap lagu lagu karya musisi bumi, terutama yang merupakan favorit Meredith.
Ego, setelah Quill bertengkar dengan Gamora, menjelaskan kepada anaknya bahwa mereka berdua adalah makhluk abadi dan memiliki tujuan utama yang harus dipenuhi. Ego mengungkapkan rencananya, di mana ia menghipnotis Quill,
membuka sebuah kekuatan celestial di dalam diri Quill yang nantinya akan membantunya mengambil alih alam semesta. Dia terus menjelaskan rencananya yang sesunggunya kepada Quill,
lalu meluapkan emosinya sambil berteriak bahwa dia tidak lagi sendirian untuk pertama kali dalam hidupnya. Quill mulai melawan kontrol hipnotisnya, karena Quill masih mampu mempertahankan kendali atas inderanya berkat ikatan yang dimilikinya dengan teman-temannya beserta mendiang ibunya.
Ego mencoba membuat Quill kembali berada di bawah kendalinya dengan terus menipunya, dan ini hampir berhasil sampai Quill bertanya kepada Ego tentang ibunya.
Selanjutnya Quill bertanya apakah Ego benar-benar mencintai ibunya Meredith, ayahnya menjawab bahwa dia memang mencintainya, tapi karena perasaan ini, dia hampir melupakan rencana Ekspansi. Ego mengakui jika saja dia pernah mengunjunginya sekali lagi, ia
akan tetap tinggal di Bumi selamanya.
jadi dia mengungkapkan bahwa dia sengaja menyebabkan kematian Meredith dengan menanam tumor di otaknya, meski sangat berat bagi Ego dan dengan demikian hal ini menghancurkan hatinya.
Pengakuan ini menyadarkan Quill dari proses trans dan dia langsung saja meledakkan tubuh humanoid Ego dengan menembaknya berkali kali dengan Quad Blasters miliknya. Ego kemudian meregenerasi Avatar biologisnya, sesaat mengambil wujud menyerupai model David Hasselhoff untuk menghinanya.
Menyadari bahwa Quill tetap bersikeras menentang dirinya , Ego menyerang Quill dengan tentakel energi yang muncul menembus permukaan lantai di bawah kakinya untuk menahan Quil,
salah satu dari tentakel ini menembus tubuh Quill. Ego mulai menarik kekuatan celestial dari tubuh Quill secara paksa untuk mengaktifkan bibit asing yang telah ditanamnya, maka di mulailah fase terraform planet di setiap galaksi.
"Dengarkan aku! Kau adalah Dewa Jika kau membunuhku, kau akan menjadi sama seperti orang lain"
"Apa yang salah dengan itu?"
"TIDAKK..", (Ego pada Star-Lord)
Pada titik ini, Mantis berhasil mengatasi ketakutannya sendiri terhadap sosok Ego dan memperingatkan Drax, Gamora dan Nebula tentang rencana Ego yang sesungguhnya, dan mengungkapkan rahasia gelap Ego.
Di waktu yang sama Rocket, Yondu, Groot, dan Kraglin Obfonteri tiba di planet Ego. Para Guardian yang bersatu kembali berhasil mencapai inti planet Ego, tempat dimana otak Ego berada, skaligus berhadapan dengan Armada pesawat tak berawak milik Ayesha,
Setelah sebelumnya diberitahu dimana lokasi para Guardian of Galaxy saat ini oleh Taserface yang tewas terbunuh, begitu pula Ego sendiri. Rocket membuat bom dari Baterai Anulax hasil curiannya, yang dibawa Groot untuk ditanam di otak Ego,
sementara Mantis menggunakan kekuatan empatiknya untuk menahan Ego agar tetap tertidur. The Guardians melawan drone milik Ayesha sampai mereka semua hancur tak tersisa.
Selama sesaat, Guardian Yondu dan Nebula menikmati kemenangan sementara mereka, sebelum akhirnya sebuah pecahan batu jatuh menghantam Mantis membuatnya pingsan,
Ego yang marah bangkit kembali. Tanpa menghadapi kesulitan sedikitpun, ia menaklukkan semua Guardian dengan kekuatannya dan memulai kembali Ekspansi sambil dengan marah menuntut agar Quill kembali memihak dirinya,
karena mereka adalah dewa, mereka adalah satu satunya makhluk yang terpenting di jagat raya ini. Berkat dorongan Yondu yang mengatakan bahwa ia tidak menggunakan pikirannya saat mengendalikan senjata panah miliknya melainkan hati nuraninya,
Quill berhasil mengendalikan kekuatan celestial dan berhasil mengimbangi Ego dalam pertempuran. Kesempatan ini dimanfaatkan Guardian lainnya untuk melarikan diri dan Groot akhirnya berhasil menanam bom mematikan di dalam otak Ego.
Sampai pada tahap ini, baik Star Lord dan Ego hampir setara dalam hal level kekuatan, namun Quill berhasil menang berkat kerjasamanya dengan Groot yang telah sukses menanamkan dan memicu bom tersebut.
Ego merasakan keberadaan bom mematikan tepat di otaknya dan memohon pada Quill untuk menghentikan perkelahian mereka, mengatakan kepadanya bahwa jika Quil membiarkan Ego mati, dia akan kehilangan potensi Dewa dalam dirinya dan hanya akan menjadi mahluk normal seperti orang lainnya.
Quill memilih menerima keadaan sebagai orang normal saat bom meledak, menaklukkan Ego dalam ketakutan. Bom tersebut menghancurkan otak Ego, sementara Quill mengamati tubuh avatar ayah kandungnya yang hancur menjadi pasir tepat di hadapannya.
Tanpa esensi Ego, planetnya mulai runtuh dalam serangkaian ledakan besar, mengakhiri masa rencananya untuk menaklukkan galaksi karena bentuk kemanusiaannya hancur dan wujud planetnya runtuh.
Kepribadian
"Semuanya Tidak harus berakhir seperti ini Peter. Mengapa kau menghancurkan kesempatan kita? Berhentilah berpura-pura bahwa ini bukanlah dirimu sendiri!
Satu dalam miliaran? Triliunan, bahkan lebih! Apa tujuan hidup yang lebih besar yang mungkin bisa kau dapatkan?" (Ego kepada Peter).
Ketika Ego bertemu dengan wanita yang dia hamili dari semua planet yang mendukung kehidupan, bahkan termasuk Meredith Quill, dia muncul sebagai sosok penjelajah dunia yang memiliki tujuan utama untuk belajar lebih banyak tentang budaya spesies lain.
Namun, dia kemudian mengandaikan dirinya bagaikan "seorang pelaut" dan "lautan itu sendiri" terinspirasi dari sebuah lagu favorit ibu Quill, menunjukkan pandangan Ego bahwa dia adalah satu-satunya mahluk yang paling penting di alam semesta ini. setidaknya dari sudut pandangnya sendiri.
Pada awalnya Keinginan utama Ego adalah menemukan kehidupan lain, tapi ketika sudah menemukannya, dia menganggapnya sebagai suatu hal yang mengecewakan dibandingkan dengan dirinya sendiri dan Celestial lainnya. Setelah ini,
dia menyadari bahwa dia sesungguhnya tidak berjalan di antara kehidupan itu tapi dia menemukan sebuah tujuan baru yang tak lain adalah Ekspansi, untuk menyebar ke seluruh alam semesta dan menjadi satu-satunya bentuk keberadaan yang ada.
Menjadi Celestial, Ego telah hidup lebih lama dari kebanyakan mahluk peradaban lainnya. Ini memberinya sifat dan potensi setara dewa Setelah menyaksikan dan mempelajari banyak spesies beradaptasi dan berkembang.
Ego tidak menganggap seseorang telah mencapai standar kesempurnaan spesiesnya kecuali untuk rasnya sendiri yang telah digambarkannya sebagai dewa dan mempertimbangkan untuk
memperluas kekuatannya sendiri dengan mengubah galaksi menjadi perpanjangan dari dirinya dan keturunannya sebagai satu-satunya makna kehidupan abadinya.
Untuk tujuan itu, Ego beralih menjadi sosok karakter yang secara emosional dingin, kejam dan licik. Setelah bertemu dengan Guardian of the Galaxy dan anaknya, Peter Quill, dia berpura pura menjadi sosok ayah yang sedikit sombong, namun masih memiliki sisi bijaksana yang dominan.
berbagai selera humor dan cinta dari budaya musik pop ia tunjukkan hanya untuk mengelabuinya hingga Peter Quil jatuh ke dalam rasa aman yang sesungguhnya palsu dan akhirnya berhasil membuka potensi kemampuan Celestial milik Peter.
Namun, pandangannya akan pembersihan universal terlalu kuat untuk disembunyikan sama sekali bahkan, Yondu Udonta perlahan menyadari siapa sesungguhnya sosok Ego saat dia dipekerjakan olehnya,
Yang pada akhirnya memilih untuk tidak menyerahkan Peter Quil kecil ke tangan Ego.
Dia tak peduli dengan keturunannya sendiri, terbukti dengan dirinya telah menculik ratusan anaknya sendiri dari rumah dan keluarga mereka bahkan lebih jauh lagi membunuh mereka saat mereka gagal menunjukkan keberhasilan memperoleh kekuatan Celestial seperti dirinya.
Ego sangat percaya bahwa teman, keluarga atau hubungan emosional tak ada artinya dibandingkan dengan tujuan akhirnya yaitu Ekspansi dan juga menyatakan bahwa tidak seperti Celestial, mahluk normal pada akhirnya akan mati juga.
Konon, dia berusaha tampak menawan, dan menyembunyikan sifat sejatinya dengan bersikap ramah tamah, dan bahkan rendah hati, seperti menyebut planetnya tidak lebih kecil dari bulan milik Bumi dan menyatakan dirinya sebagai God "dengan g kecil." (Yang dimaksudkan adalah dewa dan bukannya sang pencipta).
Terlepas dari egoismenya, kegilaan dan keyakinannya yang kejam tentang pembersihan universal, Ego benar-benar jatuh cinta pada wanita bumi, Meredith Quill. Dia pergi mengunjunginya tiga kali hingga akhirnya ia nyaris meninggalkan tujuan sejatinya dan memilih tinggal di bumi bersama Merdith.
Ego mengakui dirinya merasakan sakit hati yang sangat mendalam, ketika ia terpaksa menanamkan tumor otak pada diri Meredith Quill.
Namun hal ini juga menunjukkan, bahkan cinta sejati sekalipun tak dapat merubah sifat aslinya.
Namun hal ini juga menunjukkan, bahkan cinta sejati sekalipun tak dapat merubah sifat aslinya.
Ego memiliki kekaguman pada Quill karena dia adalah seorang Celestial sama seperti dia. Dia ingin memerintah Galaxy bersama dengan putranya Quill di sisinya dan kemudian memintanya untuk berhenti melawannya karena dia tidak ingin menyaktiti Quil.
Ego mungkin juga merasakan kesedihan dan perasaan bersalah yang mendalam, atas tindakannya yang telah membunuh semua anak-keturunannya sendiri, terbukti dia membutuhkan bantuan Mantis untuk bisa tidur, karena menurut pengakuan Mantis, ego tak pernah berhenti memikirkan Keturunannya yang sudah tiada.
Peran Mantis dalam hubungan antara dirinya dan Ego juga merupakan satu bukti terhadap kepribadiannya yang superior dan agak semena mena. Meski tidak jelas terlihat, alasan mengapa Ego mengajak Mantis tinggal di planetnya adalah murni demi keuntungan pribadi.
Mengabaikan betapa penting baginya untuk menjalin hubungan baik dengan bentuk kehidupan lainnya, Ego sama sekali tidak peduli dengan Mantis dan memandang Mantis tak lebih dari sekedar piaraan bukannya sebagai pribadi yang setara dengan dirinya.
Dalam kasus bagaimana Ego membujuk korbannya, menunjukkan bagaimana ia berkembang biak dengan banyak spesies di galaksi. Meskipun kuat dugaan bahwa dia menggunakan pesona palsu hipnotis untuk menghamili mereka,
sepertinya Ego tidak terikat oleh moralitas dalam usahanya untuk menghasilkan keturunan.
sepertinya Ego tidak terikat oleh moralitas dalam usahanya untuk menghasilkan keturunan.
Nama asli : Drax
Alias :
The Destroyer
The Walking Thesaurus
Princess
Muscle-Bound Whack-Job
The Walking Thesaurus
Princess
Muscle-Bound Whack-Job
Jenis kelamin : Pria
Afiliasi : Guardian Of Galaxy.
Status : hidup
Kemunculan :
Movie
Guardians of the Galaxy
Guardians of the Galaxy Vol. 2
Avengers: Infinity War (belum rilis)
Guardians of the Galaxy Vol. 3(belum rilis)
Guardians of the Galaxy Vol. 2
Avengers: Infinity War (belum rilis)
Guardians of the Galaxy Vol. 3(belum rilis)
Komik
Guardians of the Galaxy Prequel Infinite Comic
Guardians of the Galaxy Vol. 2 Prelude
Guardians of the Galaxy Vol. 2 Prelude
Aktor pemeran : Dave Bautista
"Ada dua macam tipe makhluk di alam semesta ini. mereka yang berdansa, dan mereka yang tidak". (Drax si penghancur).
Drax, yang juga dikenal sebagai Drax the Destroyer atau si penghancur, adalah mantan penjahat intergalaksi dan saat ini aktif sebagai anggota Guardian of the Galaxy. Pada awalnya Dia bermaksud menuntut pembalasan dendam pada Ronan sang penggugat atas pembunuhan terhadap istri dan anak perempuannya.
Ia mengamuk dan melakukan berbagai tindak perusakan lintas galaksi, dan akhirnya ia berakhir dengan dipenjara oleh pihak Nova Korps di Kyln. Di sana Drax bertemu para sekutu guardiannya saat ini yang terdiri dari Star-Lord, Gamora, Rocket Raccoon, dan Groot.
Bersama sama mereka melarikan diri dari penjara Kyln dan terlibat dalam ajang "Quest for the Orb", yaitu pencarian sebuah device yang berisi batu infinity stone. Setelah Pertempuran Xandar, di mana dia akhirnya berhasil menuntut pembalasan dendamnya pada Ronan,
Disinilah mereka termasuk Drax mendapat julukan Guardian of Galaxy. Drax meninggalkan Xandar bersama para Guardian lainnya tapi tidak sebelum menyatakan Thanos sebagai target berikutnya.
Setelah resmi memilih menjadi bagian dari organisasi Guardian of Galaxy, Drax berpartisipasi dalam misi membunuh mahluk antar dimensi Abilisk yang pada saat itu mereka dipekerjakan oleh bangsa Sovereign.
Hubungan antara bangsa Sovereign dan para Guardian berjalan baik, hingga akhirnya Roket rakun mengkhianati mereka dengan mencuri Anulax baterai milik pihak Sovereign.
Drax bersama para Guardian lainnya ketika mereka bertemu Ego, yaitu ayah biologis Star-Lord yang telah lama hilang. Sepanjang perjalanan menuju planet Ego bersama StarLord dan juga Gamora, ia menjalin kedekatan dengan Mantis,
yang segera mengungkapkan bahwa rencana Ego sesungguhnya adalah untuk menghancurkan dan membangun kembali seluruh alam semesta. Drax dan rekan-rekannya Guardian mengalahkan Ego si planet hidup,
sukses menyelamatkan galaksi sekali lagi namun kehilangan salah satu rekan mereka Yondu Udonta yang mengorbankan diri dalam prosesnya.
"Bagaimana mereka menyebut benda ini, coba katakan sekali lagi?"
"Baterai Anulax."
"... baterai Harbulary."
"Bukan begitu caraku menyebutnya tadi, tapi baterai itu berharga setara ribuan yunit dan itulah sebabnya, bangsa Sovereign mempekerjakan kita untuk melindunginya.
BerHati-hatilah dengan apa yang kalian ucapkan terhadap orang-orang ini. Mereka mudah sekali tersinggung. Harga yang harus kita bayar nantinya adalah kematian."
(Drax Si penghancur dan Star-Lord).
(Drax Si penghancur dan Star-Lord).
Biografi
"Pertamakali aku bertemu dengan kekasihku dalam sebuah acara rapat umum demonstrasi perang, semua orang di desa itu bersuka cita dengan menari kecuali seorang wanita, dialah cintaku. Aku langsung tahu dialah wanita yang tepat untukku." (DRAx the Destroyer)
Drax berasal dari ras primitif yang dianggap naif dan tak memiliki kecerdasan, termasuk tertinggal oleh kelompok ras galaksi yang jauh lebih maju. Akibatnya, Drax sangat tak memiliki pengetahuan akan konsep dasar seperti metafora dan adat istiadat dunia luar.
Meskipun demikian, ia dikenal sebagai pejuang yang sangat tangguh dan mampu mengikuti budaya seperti suku suku primitif atau sejenisnya. Selama masa kecilnya, ayah Drax sering menceritakan pengalaman malam dimana dia menghamili ibu Drax,
anehnya, Drax menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang indah.
anehnya, Drax menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang indah.
Ketika menghadiri demonstrasi perang dengan bangsanya, Drax bertemu dengan seorang wanita bernama Hovat, Drax jatuh cinta padanya karena dia tidak tertarik pada perayaan tersebut, dan hasil hubungan antar keduanya lahirlah seorang anak perempuan bernama Kamaria.
"Ronan membunuh istriku, Hovat, dan putriku, Kamaria. Dia membantai mereka di tempat mereka berdiri. Dan dia tertawa!" (Drax the Destroyer pada Moloka Dar).
Ketika Ronan si penggugat membunuh Hovat dan Kamaria di bawah perintah Thanos, Drax didorong menempuh jalan pembalasan dendam dan terus melakukan pembunuhan berdarah lintas galaksi sambil mencari Kree sipembunuh.
Aksinya ini dengan cepat memberinya reputasi sebagai salah satu makhluk paling berbahaya lintas galaksi, dan mendapatkan julukannya, "The Destroyer". Setelah lebih dari dua puluh dua tuduhan pembunuhan dan lima tuduhan tindak kekerasan berdarah, ia ditangkap oleh Nova Korps dan dijebloskan ke penjara Kyln.
Bertemu dengan anggota Guardian lainnya.
"Dia membunuh keluargaku, Aku akan membunuh salah satu dari kerabatnya sebagai balasannya. "
"Aku bukan keluarga Ronan ataupun keluarga Thanos, akulah satu satunya harapanmu untuk menghentikan mereka."
"Wanita...! Perkataanmu tidak ada artinya bagiku!" (Drax dan Gamora).
Saat Drax menjalani masa penahanan di Kyln, dia menyaksikan kedatangan Gamora, putri angkat dari Titan jahat Thanos dan yang telah mempekerjakan Ronan si penggugat.
Saat Gamora terancam oleh narapidana lain, banyak di antara mereka telah kehilangan anggota keluarga dalam perang yang dikobarkan oleh Ronan sang kaki tangan Thanos. Drax duduk dengan tenang dan menunggu saat yang tepat untuk membalas dendamnya dan membunuh Gamora berharap tindakannya itu bisa menyakiti Ronan.
Malam itu, Drax tanpa sengaja menemukan Moloka Dar menyeret Gamora ke kamar mandi bersama beberapa narapidana lain dengan tujuan menggorok lehernya. Namun Drax muncul dan memperingatkan mereka semua untuk menghentikan apa yang mereka lakukan,
sudah jelas bagaimana Ronan membunuh Hovat dan Kamaria dan karena itu Drax merasa dialah yang pantas membunuh Gamora. Dar jelas-jelas terintimidasi oleh keberadaan Drax dan dengan sukarela menyerahkan pisaunya pada si penghancur.
Drax menjelaskan bahwa saat Ronan membunuh keluarganya, dia berniat membunuh salah satu anak perempuan Ronan. Namun Gamora berhasil melucuti senjata Drax dan Dar,
membunuh narapidana lainnya dan mengancam mereka berdua sambil mencatat bahwa dia bukan anak perempuan dari Thanos ataupun putri Ronan dan nyatanya adalah satu-satunya harapan untuk menghentikan mereka.
Drax mengabaikan penjelasan Gamora dan mencekik lehernya begitu ia lengah. bersikeras bahwa ini tidak merubah apapun saat itu juga dia bersiap untuk membunuhnya dengan cekikan mematikan dalam usaha memperoleh kepuasan.
"Berhentilah kau mengeluh dan keluarkan kita dari kurungan yang menjengkelkan ini. "
"Yeah, aku harus setuju dengan si tesaurus berjalan ini."
"Jangan sekali kali kau menyebutku thesaurus". (Drax dan Star-Lord).
Keesokan harinya, Drax menyaksikan Groot mencuri baterai Quardrix dari tengah penjara Kyln, menyebabkan seluruh penjara segera masuk ke mode darurat dan para penjaga bergegas untuk menenangkan semua narapidana.
Saat Drax berdiri dan memperhatikan, Groot tumbuh dengan ukuran yang begitu luar biasa dan berhadapan dengan Security Drones, dengan Rocket Rakun di punggungnya.
Drax melihat para penjaga bersiap untuk menembak Roket Rakun dan juga Groot, dia memilih pilihan kedua yang berarti dia akan bekerja sama dengan mereka sehingga dia ikut serta dalam usaha pelarian diri tersebut.
Drax melawan sejumlah penjaga dan dengan mudah menaklukkan mereka semua, tertawa histeris pertanda bahwa dia menikmati pertarungan. Begitu para penjaga dikalahkan, Drax melemparkan senapan ke Rocket yang menggunakannya untuk menembak jatuh pesawat Drone keamanan.
Drax kemudian membantu Peter Quill dengan merobek Drone keamanan menjadi dua bagian dengan tangan kosong, sebelum memanggil Quill dengan sebutan si pria yang bercinta dengan A'askavariian.
Lima tahanan mengunci diri di menara pengawas keamanan, yang menyebabkan sebuah pertentangan antara Drax dan Gamora, yang merasa terganggu dengan keberadaan Drax bersama mereka sementara Rocket mengolok-olok rekan tim barunya karena kurangnya pemahaman tentang metafora.
Rocket kemudian melancarkan rencananya. Dia mematikan gravitasi buatan penjara, mengendalikan pesawat drone keamanan, dan menggunakan pesawat tak berawak ini sebagai pendorong dan melepas ruang pengawas keluar dari areal blok tahanan.
Begitu mereka mendapatkan kembali barang-barang mereka, kelompok tersebut diperintahkan untuk menunggu di pesawat ruang angkasa milik Star-Lord sementara dia menyelesaikan satu tugas terakhir.
Saat mereka menunggu Quill dalam pesawat Milano, Gamora baru menyadari bahwa Quil telah membawa bola berharga itu dan karenanya mereka tidak dapat pergi tanpa dia. Sementara Rocket panik bahwa sebentar lagi Nova Corps akan tiba dan menembak jatuh mereka,
Drax melihat ke luar jendela dan untuk pertama kalinya menyaksikan Quill terbang mendekat melalui ruang hampa ke arah mereka, menggunakan helm angkasa miliknya untuk membuatnya tetap hidup saat ia terbang melalui ruang angkasa dengan sepatu jet miliknya. dan bergabung kembali dengan yang lain di dalam kapal.
Drax sangat terkesan dengan keberanian Quill dalam keberhasilannya melawan penjaga Nova Corps seorang diri dan setelah kembali ke kapal dengan gaya spektakuler seperti itu, memuji sekutu barunya saat ia menariknya ke atas kapal.
Drax mempertanyakan apa yang telah mendorong Quill melakukan misi singkatnya, tapi merasa ngeri saat mengetahui bahwa Quill hanya mengambil kembali HeadworkWalkman miliknya, keheranan menatap Quill dan memanggilnya orang tolol yang rela mempertaruhkan nyawanya hanya demi benda kecil tak berharga.
Bergabung kembali dengan Tim
"Kalau ini adalah senjata, kita harus menggunakannya untul melawan Ronan."
"Turunkan, tolol! Kau bisa membunuh kita semua."
"Atau hanya kau yang terbunuh, pembunuh!" (Drax dan Gamora).
Saat bepergian dengan pesawat Milano, tim mendiskusikan langkah selanjutnya dan siapa untuk menjual Orb tersebut. Drax menyarankan agar jika itu adalah senjata mereka harus menggunakannya untuk membunuh Ronan the Accuser yang kemudian menimbulkan pertengkaran antara dia dan Gamora.
Sebelum mereka bisa mulai berkelahi, Peter Quill memisahkan mereka dan menyarankan agar mereka berkonsentrasi untuk mendapatkan bayaran, dimana Drax mengaku tidak tertarik dengan uang karena hal itu tidak membantunya dalam tujuan utamanya yaitu membunuh Ronan.
Drax dan anggota kelompok lainnya pergi ke Knowhere untuk mengantarkan Orb ke tangan Taneleer Tivan, si kolektor yang Gamora telah sepakat melakukan transaksi penjualan Orb tersebut dengannya.
Saat mereka mendekati kota, Drax kagum dengan struktur kota dan bangunan yang begitu luar biasa, pada saat itu Gamora memberi penjelasan singkat tentang tempat tersebut dibangun di dalam penggalan kepala celestial, yaitu milik mahluk luar angkasa kuno dan
memperingatkan bahwa orang-orang di sana tidak dapat dipercaya. Sambil berjalan-jalan, Drax dan Quill membahas Bumi, dengan catatan Drax ingin mengunjungi tempat itu suatu hari nanti.
Sementara mereka menunggu sang kolektor, Drax, Rocket Raccoon, dan Groot pergi ke Boot of Jemiah tak jauh dari sana, di mana Drax dan Rocket akhirnya mabuk berat dan bertaruh pada beberapa pertarungan Orloni. Untuk sementara Drax dan Rocket tampak sepakat dan bahkan tertawa bersama.
Beristirahat sejenak dari minum dan tertawa, Drax menjelaskan cerita di balik banyak tanda di kulitnya, namun hal ini akhirnya menyebabkan pasangan tersebut memulai sebuah argumen yang saling menyinggung perasaan masing masing.
Argumen mereka segera menyebabkan Drax dan Rocket bertengkar setelah Drax menghina Rocket dan menyebutnya binatang pengerat. Groot mencoba untuk membantu Rocket dalam perkelahian, tapi Drax menyerangnya dan menahannya ke lantai dan dia terus memukulinya berulang kali, sebaliknya Groot menumbuhkan akar akar pohon dari tubuhnya untuk menjerat dan mencekik Drax.
Hal ini memaksa Rocket untuk mengeluarkan Laser Cannon dan bersiap untuk menembak mati Drax dengan senjata itu. Untungnya, Quill datang tepat pada waktunya dan menghentikan Rocket yang berada dalam kondisi mabuk berat,
meyakinkannya untuk tetap bersama sampai mereka mendapatkan uang bayaran mereka. Dengan marah, Drax meninggalkan bar. Setelah dia pergi, anggota kelompok lainnya akhirnya dipanggil oleh Tivan si kolektor.
Sambil berkeliling di area Knowhere dan mulai merasa frustrasi akibat ketidak mampuan timnya untuk bekerja sama dalam tujuannya menghancurkan Ronan the Accuser, Drax melihat ke bawah jalan dan menemukan Penyelidik Knowhere di Pusat Pengiriman Tivan.
Menyelinap di belakang petugas saat sedang memesan persediaan, Drax mengancam untuk menggorok lehernya dengan pisau kembar dan memaksanya untuk memanggil Ronan dan membawanya ke Knowhere agar dia bisa membunuhnya dan akhirnya membalaskan dendam keluarganya.
Duel dengan Ronan
"Ronan si Penggugat! "
"Kau yang mentransmisikan pesan itu?"
"Kau membunuh istriku, kau membunuh putriku!" (Drax the Destroyer dan Ronan the Accuser)
Sementara anggota kelompok lainnya menemukan, ternyata di dalam Orb isinya Batu Infinity yang mampu digunakan untuk menghancurkan sebuah planet, Drax segera menyiapkan pisaunya saat Ronan the Accuser tiba, bersiap untuk menghancurkan musuhnya.
Sementara Drax menuduh Ronan sebagai pelaku pembunuhan istri dan anak perempuannya dan keinginannya untuk balas dendam yang ingin dia dapatkan dengan membunuh Ronan
Meskipun Ronan berusaha untuk pergi dan mengabaikannya begitu saja bagai angin lalu, tidak melihat Drax sebagai lawan yang layak, Drax menolak untuk membiarkan musuhnya lolos dan menuduhnya. Ronan dengan sangat santai menghindari pukulan Drax sambil terus memberikan perintahnya kepada Nebula
untuk merebut kembali Orb dari Sekutu baru Drax yang berusaha melarikan diri. Meskipun Drax mengerahkan segala upaya untuk membunuh tentara Kree yang jauh lebih tangguh darinya, Ronan the Accuser mampu mengalahkan Drax, melemparkannya berkeliling dengan entengnya.
Segala upaya Drax dalam melancarkan serangan pada Ronan tidak menghasilkan kerusakan ataupun cidera sedikitpun, pertarungan singkat yang berat sebelah tersebut berakhir dengan kemenangan berada di tangan Ronan.
Ronan mencekiknya dan melemparkan tubuhnya ke tanah dengan sedikit usaha. Ronan menolak klaim Drax sebagai pembunuh keluarganya, mengaku bahwa dia tidak mengingat mereka dan juga
tidak ingat apakah ia pernah membunuh istri anak Drax atau tidak. dengan Drax sekarang berakhir dipukuli dan lemah bahkan bersusah payah untuk berusaha berdiri dan mempertahankan kehormatan keluarganya.
Drax Begitu mudahnya ditundukkan oleh Ronan dengan segelintir usaha, dia diseret melewati jalan jalan jalan dengan memengang kakinya sehingga kepalanya terseret dan bergesekan di lantai sebelum dilemparkan ke dalam tangki penuh cairan tulang belakang mahluk kuno knowhere dan dibiarkan mati tenggelam.
Ronan dengan santainya kembali ke sebuah kapal induk yang membawanya pergi dari wilayah Knowhere. kembali ke Dark Aster saat Nebula telah merebut kembali Orb dari Gamora.
Drax nyaris tewas tenggelam di dalam tangki, beruntung baginya Groot menariknya keluar tepat pada waktunya dan menyelamatkan nyawanya dengan menusuknya tepat di dada, sehingga ia bernafas kembali.
Di luar wilayah Knowhere, Gamora hampir terbunuh oleh Nebula, dan Orb direbut kembali oleh Ronan. Peter Quill memanggil Ravagers untuk membantu, dan akhirnya mereka ditangkap dan Gamora selamat dari kematian.
Drax disalahkan oleh Rocket Raccoon sebagai penyebab tertangkapnya Quill dan Gamora oleh pihak Ravengers, dan Drax mengakui bahwa dia menggunakan kemarahan hanya untuk menyembunyikan rasa sakit hatinya. Mengundang bahaya, dan mengacaukan segalanya Namun,
dia tidak mendapat rasa simpati dari Rocket, yang berniat kabur menuju sisi lain galaksi untuk menghindari kemurkaan Ronan kemudian menghabiskan sisa hidupnya disana. Drax, meski bagaimanapun, berdiri di samping Groot sepakat dengan sahabat barunya tersebut dan bertekad untuk menyelamatkan Quill dan Gamora.
Menyelamatkan Peter Quill
"Kau adalah pejuang terhormat, Quill. Aku akan bertarung di disisimu. Dan pada akhirnya, aku akan bertemu kembali dengan istri dan anak perempuanku." (Drax the Destroyer pada Peter Quill.)
Berharap untuk menyelamatkan Star-Lord dan Gamora, ketiganya terbang ke Eclector di Milano, berencana menghancurkan kapal Ravagers dengan device Hadron Enforcer jika mereka tidak menyerahkan Quill dan Gamora dalam lima detik.
Tepat sebelum mereka menghancurkan kapal, Quill menggunakan sistem komunikasi Ravagers untuk memberi tahu Rocket Raccoon bahwa ia berhasil menemukan kesepakatan dengan pemimpin Ravagers, Yondu Udonta.
Dengan Quill dan Gamora kembali ke kapal, mereka mulai mendiskusikan langkah selanjutnya bagaimana cara agar bisa merebut Orb kembali. Ketika Drax mencoba angkat bicara, Gamora menyuruhnya untuk diam mengingat bencana yang telah ditimbulkannya ketika berada di Knowhere,
Akibat menghubungi Ronan the Accuser untuk mencoba nekat melawannya. Ketika Drax membela diri bahwa dia semestinya mendapat pujian, ataupun sekedar rasa terimakasih karena berhasil menyelamatkan Quill,
dia kembali diingatkan oleh Gamora bahwa upayanya untuk menyelamatkannya dengan mengancam untuk meledakkan kapal yang sedang Quil tumpangi bukanlah cara yang benar.
Akhirnya Quill merencanakan rencananya untuk menyerang Dark Aster, membunuh Ronan the Accuser dan merebut kembali Orb, walaupun rencananya bagi semua sekutunya lebih seperti misi bunuh diri,
Drax berdiri di samping Quill dan bersumpah untuk bertarung bersamanya meski ia harus mati sekalipun, dan menegaskan bahwa setelah pertempuran usai dan apabila mereka semua berakhir terbunuh,
dia akan dipertemukan kembali dengan istri dan anak perempuannya, yang menyebabkan semua Guardian Galaxy lainnya berdiri bersamanya dan setuju untuk berjuang untuk menyelamatkan Xandar dan mengalahkan Ronan sekali untuk selamanya.
Tidak butuh waktu lama bagi anggota tim lainnya untuk setuju untuk membantu juga dan mereka kembali ke kapal Ravagers untuk mendiskusikan rincian rencana tersebut dengan Udonta dan anak buah Ravengers lainnya. Ketika Kraglin Obfonteri mengingatkan bahwa akan ada ratusan kapal Sakaaran di kapal yang bersedia berperang untuk Ronan,
Drax menganggap bahwa baginya Sakaaran tidak lebih dari sekedar orang-orang kertas, merasa termotivasi Obfonteri meninju Drax tepat di bahunya seperti layaknya tingkah laku 2 sahabat karib, namun hal itu menyebabkan Drax bereaksi negatif, dengan memandangnya dengan penuh emosi.
Dengan rencana matang yang siap untuk dieksekusi, Drax mengenakan seragam barunya dan menyiapkan pisau kembar miliknya untuk bertempur bersama sekutu baru mereka untuk menyelamatkan Xandar dari kehancuran yang hampir pasti di tangan Ronan dan tentaranya,
Drax bergabung dengan Quill, Gamora dan Groot onboard Milano yang akan naik Aster Gelap untuk menghadapi Ronan sementara Rocket menaiki kapal lain seorang diri untuk memimpin Ravagers dalam pertempuran udara melawan tentara tentara Sakaaran.
Pertempuran Xandar
"Aku hanya ingin mengatakan betapa bersyukurnya diriku bahwa kau masih mau menerimaku meskipun telah berbuat kesalahan fatal. Tiada yang lebih baik selain sekali lagi berada di antara sahabat." (Drax, Star-Lord, Groot & Gamora).
Keesokan harinya, tim Star-Lord dan Ravagers menjalankan rencananya dan Quill memperingatkan Rhomann Dey agar dia bisa menceritakan keseluruhan kasus Nova Corps.
Saat pertempuran dimulai, Drax menaiki satu pesawat bersama Quill, Gamora dan Groot menuju Dark Aster. Namun mereka dengan cepat diserang oleh sepasukan Necrocraft yang dikirim oleh Ronan the Accuser, yang jauh lebih unggul dibanding mereka, bahkan berhasil menembak jatuh kapal perang yang dinaiki Yondu Udonta.
Sebelum mereka semua binasa, Nova Corps tiba dan berpihak pada mereka, dipimpin oleh Garthan Saal di bawah perintah Irani Rael. Sementara Saal dan Rocket Raccoon menahan seluruh tentara Ronan di teluk dengan bantuan Ravagers, Star-Lord menerbangkan Milano ke Dark Aster melalui sebuah lubang yang tadinya dibuat oleh Rocket.
Saat mereka mendobrak masuk kapal Dark Aster, Drax tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya dan mulai tertawa histeris khas dirinya, sambil menyaksikan aksi Quill menggunakan senjata untuk membunuh puluhan orang Sakaaran yang menghadang jalan mereka.
Begitu mereka mendarat di dalam pesawat induk Dark Aster dan meninggalkan kapal yang rusak parah, mereka menemukan bagian dalam kapal tersebut yang terlalu gelap untuk bisa melihat sehingga Groot menggunakan kemampuan khususnya untuk menciptakan cahaya aneh,
Sehingga mempermudah mencari jalan di areal pesawat iduk tersebut. saat Drax mempertanyakan bagaimana Groot bisa melakukannya, Star- Lord mengingatkan jawabannya sudah pasti "I'm Groot".
Selama mereka berjalan melintasi bagian dalam kapal, Drax meminta maaf kepada kelompok tersebut atas kesalahan masa lalunya dan mengungkapkan rasa terima kasihnya karena telah menemukan persahabatan baru dengan mereka.
"Jari di tenggorokan maksudnya kematian! Sejenis kata khiasan."
(Drax dan Star-Lord).
(Drax dan Star-Lord).
Saat mereka berjuang melawan Ronan the Accuser, membunuh beberapa orang Sakaaran yang menghalangi mereka, mereka akhirnya dihadapkan oleh sebuah pasukan yang dipimpin oleh Korath the Pursuer,
Korath berusaha membunuh Star-Lord untuk mencegah mereka mendekati Ronan. Sementara Drax melawan tentara Sakaaran kelas teri.
dengan menggunakan kedua pisaunya untuk merobek lawannyanya, StarLord terpaksa melawan Korat yang jauh lebih kuat dari dirinya, yang dengan mudah mengalahkan dirinya meski berusaha keras untuk terus melawan.
Begitu dia membunuh tentara lawannya, Drax datang untuk membantu Quill dan secara pribadi terlibat dalam pertempuran sengit melawan tentara Kree yang kuat. Akhirnya Drax berhasil menahan musuhnya ke dinding dan melanjutkan untuk membunuh Korath dengan merobek salah satu implan tengkoraknya,
menyetrumnya sampai mati sebelum memberi komentar kepada Quill tentang apakah dia berhasil mengatakan sebuah metafora dengan mengatakan bahwa sebuah jari ke tenggorokan adalah simbol kematian.
Bersamaan seperti Star-Lord yang mempertimbangkan untuk mengoreksi Drax mengenai makna metafora miliknya, mereka diserang balik sepasukan besar Sakaaran lainnya yang dikirim oleh Ronan.
Sebelum mereka bisa terlibat dalam pertempuran baku hantam dan saling tembak melawan tentara tersebut, Drax dan Star-Lord menyaksikan aksi pembantaian heroik yang dilakukan Groot seorang diri menghadapi seluruh tim Sakaaran dengan sedikit usaha saat dia mengulurkan lengannya dan menusuk kesemua tentara tersebut.
Saat Groot membunuh para tentara dengan menghantamkan mereka berkali kali ke dinding, Drax sangat menikmati moment pembantaian tersebut.
Selanjutnya mereka terus melanjutkan perjalanan, hingga menemukan bahwa pintu itu masih terkunci karena Gamora masih terlibat pertarungan sengit melawan Nebula saudarinya sendiri.
Tak lama kemudian pintu itu terbuka dan tim tersebut kembali disibukkan dengan kegiatan menghadapi pasuakan Kree. Menemukan Ronan, kelompok tersebut mencoba membunuhnya dengan Enforcer Hadron, yang menyebabkan ledakan besar, yang sangat menggembirakan Drax. Ronan berhasil selamat dan menggunakan palu miliknya, Cosmi-Rod untuk menyerang balik Drax dan sekutunya.
Masih belum mau membiarkan Ronan menang, Drax menerjang menyerang ke arahnya, namun sayangnya Ronan sang Kree perkasa mencekik tenggorokannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi di udara.
sekali lagi menghina Drax dengan memperhatikan betapa menyedihkannya dia mendengar teriakan istri dan putrinya. Sebelum Ronan bisa menghabisi Drax bersama semua sekutunya, Rocket Raccoon tiba-tiba muncul dan menabrakkan kapalnya menembus pesawat inti Dark Aster menubruk Ronan, menyebabkan kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan kritis Drax nyaris terbunuh dalam kejadian tersebut, namun berhasil diselamatkan Groot.
Drax tersungkur tak sadarkan diri dalam kecelakaan itu dan keadaan menjadi jelas bahwa Aster Gelap telah kehilangan semua kekuatannya dan mulai terjatuh.
Untuk menyelamatkan sekutunya dari kematian, Groot menciptakan kubah kayu yang tercipta dari sekujur bagian tubuhnya, yang akan melindungi semua sekutunya saat Aster Gelap menabrak Xandar.
Tak bergeming Meskipun Rocket memperingatkan bahwa Groot akan kehilangan nyawanya, saat kapal tersebut jatuh ke tanah, tim diselamatkan, namun tubuh Groot hancur berantakan dan tewas setelahnya.
"Istri dan anakmu akan beristirahat dengan tenang, mengetahui bahwa Kau telah membalaskan dendam mereka. "
"Ya, tentu saja Ronan hanyalah boneka, sesungguhnya Thanoslah yang harus ku bunuh." (Gamora dan Drax).
Bukan Hanya Drax dan timnya yang berhasil selamat dari kecelakaan pesawat Dark Aster, ternyata Ronan the Accuser juga selamat dari kecelakaan saat ia muncul dan bersiap untuk menghancurkan Xandar dengan infinity stone.
Dalam keadaan nyaris putusasa untuk menghentikan Ronan, Star-Lord mengalihkan perhatian Ronan dengan berdansa konyol sementara Rocket Raccoon dan Drax diam diam merakit kemudian menggunakan kembali Hadron Enforcer untuk meledakkan Ronan's Cosmi-Rod, mengeluarkan infinity stone yang ada di dalamnya.
Quill dengan sigap menangkap batu itu, lebih cepat dari Ronan, nyaris terbunuh karena tak cukup kuat untuk batu itu. Ronan tersenyum keji ke arah Quil yang tengah sekarat, Gamora membantunya dengan memegang tangannya dan menanggung beban di antara keduanya.
Sejenak waktu melambat,
Drax melakukan hal yang sama dengan meraih bahu Quill, dengan Rocket Raccoon mengikuti mereka bertiga dengan mencengkeram jari telunjuk Drax.
Ke empat sekutu baru yang telah dijuluki Guardian of Galaxy oleh Ronan, mampu menanggung beban dan Menstabilkan kekuatan batu infinity dalam durasi yang cukup lama, bahkan sukses mengarahkan kekuatannya ke arah Ronan,
dan membunuh sang Kree perkasa seketika. kemudian dengan sigap mereka menyegel kembali batu itu ke dalam perangkat mirip orb yang lama, membebaskan mereka dari pengaruh kekuatannya.
Dengan Ronan sekarang sudah tewas dan Quill mengelabui Yondu Udonta dan Ravagers-nya dengan memberinya orb palsu, sehingga mereka bisa memberi Orb yang asli pada Nova Corps supaya dijaga dengan baik,
Drax mendatangi Rocket Raccoon, yang sedang berkabung atas kematian sahabat baiknya, Groot. . Tidak menemukan cara lain untuk menghibur teman barunya, Drax hanya duduk di sampingnya dan membelai bulunya seperti membelai seekor anjing, yang memang mampu membuatnya rileks selama beberapa waktu.
saat mereka duduk di reruntuhan Xandar orang-orang menatap mereka keheranan, melihat pemandangan aneh didepan mereka.
"Bagaimana jika seseorang melakukan sesuatu yang membuatku jengkel, dan aku memutuskan untuk mencabut tulang belakangnya? "
"Itu jelas jelas tindak pembunuhan, salah satu kejahatan terburuk. Dan tentunya ilegal." (Drax dan Rhomann Dey).
Setelah pertempuran, batu infinity diserahkan ke tangan Nova Corps, dan Drax menyadari dengan betul bahwa Ronan the Accuser tak lain hanyalah kaki tangan sang Titan Thanos yang memerintahkannya membunuh keluarganya,
dan bersumpah untuk membunuh Thanos sebagai target berikutnya, menginformasikan Gamora tentang niatnya yang juga telah belajar dari Rael Irani yang baru. Serta informasi tentang ayah Star-Lord yang bukan berasal dari Bumi seperti yang diyakini Peter Quil.
Saat mereka melangkah keluar, Rhomann Dey mempersembahkan Star-Lord dan anggota tim lainnya pesawat Milano yang sekarang telah selesai direnovasi sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa mereka selama Pertempuran Xandar.
Dey mengingatkan tim bahwa untuk sementara catatan kriminal mereka telah dibersihkan, namun mereka diingatkan untuk tidak melakukan tindak kejahatan dalam bentuk apa pun.
Drax mempertanyakan konsep ini dengan menanyakan apakah dia bisa merobek tulang belakang seseorang jika dia dibut jengkel, yang oleh Dey mengingatkannya bahwa itu termasuk tindak pembunuhan, tentu saja ilegal dan dilarang.
Setelah menaiki Milano bersama rekan satu tim dan teman barunya, Drax berkeliling ke alam semesta dengan tim yang dipimpin oleh Quill, kemudian dengan cepat kelompok tersebut dikenal sebagai Guardian of the Galaxy.
Drax mengangguk ke Roket rakun yang memegang ranting dari tubuh Groot yang telah dia tanam kembali, untuk menumbuhkan teman terhebatnya. Saat mereka bersiap untuk meninggalkan Xandar, Quill mempertanyakan apakah sebaiknya mereka melakukan sesuatu yang baik atau buruk sebelum memutuskan bahwa mereka harus melakukan sedikit dari keduanya.
Ranting-ranting yang berhasil diselamatkan Rocket dari tubuh Groot memungkinkan Groot tumbuh menjadi tubuh baru, meski secara perlahan lahan ia mulai berwujud kembali, tumbuh kembali. Begitu berada di Milano, setelah Groot tumbuh sedikit lebih besar, dia mulai menari ketika mendengar alunan musik "I Want You Back" oleh The Jackson 5 di belakang Drax saat dia membersihkan dan mempertajam pisaunya.
Tiap kali Drax melihat ke arah Groot, dia akan membeku sampai Drax membalikkan wajahnya. membiarkan Drax masih tidak ada yang lebih bijak terhadap kekonyolan yang saat ini terjadi tepat di belakang punggungnya.
Battle on Sovereign
"Kulit mahluk ini terlalu tebal untuk dirobek dari luar! Aku harus merobeknya dari dalam." (Drax the Destroyer).
Setelah Pertempuran Xandar, Guardian of Galaksi menjadi terkenal di seluruh penjuru galaksi. Dikisahkan kali ini Bangsa Sovereign menyewa jasa Guardian untuk membunuh mahluk lintas dimensi bernama Abilisk yang gemar memakan Baterai Anulax milik mereka.
Ketika para Guardian tiba di planet ini, sesaat sebelum memulai misi mereka, Gamora mempertanyakan alasan mengapa Drax tidak mengenakan salah satu Rig Aero Rocket sebelum memulai pertempuran,
yang dijawab oleh Drax bahwa puting payudaranya yang agak sensitif merasa sakit tiap kali mengenakan benda tersebut. Rocket tertawa histeris, mengejek pengakuan Drax. Drax membalasnya.
Quill bertanya pada Rocket apa yang sedang dia bangun. Ketika Drax mendengar bahwa Rocket sedang menyiapkan sistem speaker untuk mendengarkan musik dari walkman milik Quil selama pertempuran,
dia memberi tahu Rocket bahwa menurutnya itu adalah ide gila untuk dilakukan di saat situasi genting seperti ini.
Mahluk bertentakel Abilisk tiba seperti yang telah diperkirakan dan Drax melompat menyongsong pertarungan yang menunggu didepannya dengan anggota tim lainnya saat Groot kecil mulai menari mengikuti nada alunan musik,
Drax terhantam salah satu tentakel milik Abelisk terhempas dan jatuh mendarat tepat di sebelah Groot, Groot membeku karena kebingungan dengan Drax ada di belakangnya.
bangkit kembali dan kembali bertarung, Drax terus menerjang Abilisk menyadari usahanya tak menghasilkan apa apa ia menyimpulkan bahwa kulit mahluk itu terlalu tebal untuk ditembus dari luar. Berikutnya dia dihajar untuk yang kedua kalinya,
dengan dia mendarat menghantam speaker dan meremukkannya. marah karena musik yang sedang dinikmatinya tiba tiba berhenti, Groot mulai mencoba memukul Drax karena menghentikan musiknya.
Drax kemudian memberitahu Gamora bahwa Abilisk harus dibunuh dari bagian dalam karena kulit luarnya terlalu tebal, sementara Gamora mencoba menjelaskan kepadanya agar tidak melakukan itu karena tidak akan ada hasilnya,
Drax menggenggam pisau kembarnya dengan kuat dan melompat masuk ke dalam mulut Abelisk dan mulai melakukan pembantaian dari dalam. jauh di organ tubuhnya.
Ketika para Guardian akhirnya membunuh makhluk itu, Drax keluar melalui lobang sobekan diperutnya, tertawa histeris dan mengklaim telah membunuh binatang itu sendirian, sementara para guardian lainnya memandangnya dengan jengkel karena sebenarnya bukan itu yang telah terjadi.
"Persetan kau pesawat ruang angkasa!" (Drax the Destroyer).
Drax bergabung dengan Guardian lainnya dan Menemui Ayesha setelah pasca kemenangan mereka atas Abilisk, karena Ayesha memberi mereka hadiah bayaran atas kerja mereka mengalahkan mahluk itu,
menyerahkan tahanan mereka, Nebula, yang mereka ingin diserahkan ke pihak Nova Korps. Saat mereka pergi, Roket Raccoon menghina Ayesha sebelum mengungkapkan pada Drax bahwa dia telah mencuri Baterai Anulax milik mereka, menyebabkan Drax tertawa terbahak-bahak.
Kembali ke pesawat Milano, Drax menyaksikan Star-Lord kembali mencoba mendekati Gamora namun gagal, melihat kejadian itu dia memutuskan untuk menawarkan pendapatnya sendiri.
Drax mengatakan kepada Star-Lord bahwa dia seharusnya berhenti mengejar Gamora, karena gamora bukan pasangan yang cocok untuk dirinya. Meyakinkannya bahwa hanya ada dua jenis makhluk di alam semesta, mereka yang menari dan mereka yang tidak melakukannya,
menjelaskan mengapa ini tidak seharusnya digabungkan. Drax kemudian menceritakan bagaimana dia pertama kali bertemu dengan Hovat dan bagaimana dia jatuh cinta padanya saat dia menolak untuk menari bahkan lagu yang paling menyenangkan di dunia sedang di mainkan sama seperti dirinya sendiri.
Selama penerbangan, mereka tiba-tiba diserang dari belakang dan menyadari bahwa itu adalah pesawat milik bangsa Sovereign, bermaksud membalas dendam kepada Guardian yang telah mencuri Baterai dari mereka, yang kemudian diungkapkan Drax secara tidak sengaja kepada yang lain,
yang membuat Rocket sangat jengkel. Saat Star-Lord mencoba terbang dari gerombolan kapal Sovereign yang masuk, dia dan Rocket bertengkar tentang siapa yang harus menerbangkan kapal sementara Drax melindungi Groot agar tidak tersedot keluar dari kapal.
Saat pengejaran berlanjut melalui lapangan asteroid, jumlah wali yang kalah jumlah dibantu oleh Ego yang dengan cepat menghancurkan ratusan kapal Penguasa dengan satu serangan mematikan.
Meskipun Ego menghancurkan sebagian besar armada, Drax segera menyadari bahwa Zylak adalah pilot Sovereign yang masih tersisa yang masih tetap menembaki mereka.
Tanpa berfikir panjang, Drax langsung Mengambil salah satu baju Holografik Ruang angkasa, melompat keluar dari Milano di tengah tengah penerbangan dengan membawa senapan dan berusaha menembakkan pesawat milik Zylak,
Drax berhasil meskipun kemudian dia menyadari ternyata dia tidak dapat kembali ke Milano untuk menyelamatkan diri, dan pada saat itu juga Milano Dengan cepat mulai kehilangan kendali sehingga pendaratan darurat tak bisa dihindari.
Saat Milano jatuh ke arah Berhert, Drax masih terjebak di udara, tertahan oleh seutas tali. Menyadari hal tersebut, Gamora dengan putus asa berusaha menariknya ke tempat yang aman. Akhirnya kapal menabrak daratan dan sayap kanannya terlepas oleh dampak tabrakan tersebut. Dengan Drax terlempar hingga menghantam tanah dengan keras.
Namun berkat daya tahan super miliknya, tak mengherankan ia tetap bertahan hidup menghadapi cidera saat dia berlutut di atas tanah dan bahkan masih bisa merayakan kemenangan,
meneriakkan penghinaan kepada Yang Berdaulat Sovereign dengan cara tertawa terbahak bahak sambil bersorak akan kemenangannya tersebut. Dia kemudian bergabung kembali dengan para Guardian lainnya yang sedang memperdebatkan kecelakaan itu.
"Aku ingin mengalami seperti apa menjadi seorang manusia. Jadi aku menciptakan apa yang aku bayangkan sebagai tubuh biologisku, sampai ke bagian yang paling detail. "
"Apakah kau juga menciptakan penis?" (Ego dan Drax)
Setelah pendaratan darurat, Drax menyaksikan Gamora mulai menyalahkan Rocket Raccoon dan Star Lord dengan penuh amarah atas semua perbuatan mereka sendiri yang berakibat kecelakaan fatal.
Mencoba membela diri, keduanya antara Quil dan Rocket mulai saling melempar kesalahan dengan saling menuding satu sama lain. Selama perdebatan tersebut, Drax menyela dengan mencoba mengoreksi pengucapan Star-Lord's yang menyebutkan baterai Anulax, menurut versi Drax adalah Bsterai Harbullary. Star-Lord bersikeras bahwa Drax salah mengucapkannya.
Ketika Star-Lord memanggil Rocket dengan sebutan "panda sampah," Rocket bertanya kepada Drax apakah ungkapan tersebut lebih baik dari sebutan "Rakun", namun Drax mengakui bahwa dia tidak tahu apa makna kalimat bumi tersebut.
Sementara perkelahian antara Rocket dan Quil makin memanas, tak terima disebut panda sampah, Gamora masih sangat jengkel terhadap keseluruhan keadaan yang menimpa mereka.
mereka mendiskusikan bagaimana mungkin seluruh pasukan kapal Ayesha kapal Sovereign tiba-tiba dihancurkan oleh kapal orang lain yang menurut Rocket dikendarai oleh pria yang hanya berukuran tiga inci.
Sebelum mereka bisa mendiskusikan hal ini lebih jauh, kelompok tersebut diinterupsi oleh kedatangan Kapal Ego, dengan Drax bertanya apakah ini yang Rocket maksudkan.
Sambil menahan diri, Drax melihat saat Ego keluar dari kapal miliknya sebelum mengenalkan dirinya sebagai ayah yang telah lama kehilangan putranya, alias ayah kandung Peter.
Saat mereka duduk mengelilingi api dan mendengarkan Ego menjelaskan bagaimana dia telah mencari Star-Lord, sejak Yondu Udonta telah gagal membawanya kembali kepadanya sesuai kesepakatan.
Drax mempertanyakan keyakinannya bahwa Udonta adalah ayah Star-Lord, menganggap bahwa mereka terlihat mirip meski kulit Udonta berwarna biru sedangkan Quil berbeda.
Mantis kemudian berbicara dengan Drax, mencoba tersenyum, namun terlihat aneh. sebelum Drax kemudian mengajarkan kepadanya konsep lelucon dengan membiarkan Mantis membelai bulu Rocket, kemudian Rocket menggigitnya karena refleks, hal sangat lucu bagi Drax hingga ia tertawa histeris.
Drax kemudian diundang untuk datang ke Planet Ego untuk membahas masalah ini lebih jauh lagi dengan Star-Lord dan Gamora, meninggalkan Nebula bersama dengan Rocket and Groot sementara Rocket mencoba memperbaiki semua kerusakan yang di derita Milano selama pendaratan kecelakaan mereka.
Drax memilih untuk mengemas beberapa tas besar dengan barang-barangnya, memberi tahu Star-Lord bahwa dia tidak mempercayai Rocket and Groot yang suka usil terhadap barang-barangnya. Mereka kemudian meninggalkan planet tersebut, dan berangkat menuju planet ego.
Selama terbang melintasi angkasa menuju planetnya, Drax menyaksikan saat Ego tertidur dengan cara dihipnotis oleh Mantis. Drax duduk bersama Star-Lord dan Mantis sambil mendiskusikan taruhan yang mereka buat mengenai apa fungsi antena di kepala Mantis.
Drax percaya antena itu berfungsi untuk mendeteksi pintu yang rendah, sehingga kepalanya tak perlu menabraknya ketika lewat. Mantis menjelaskan bahwa dia seorang Empath dan mampu membaca perasaan orang lain, yang berarti Drax telah kalah taruhan melawan Star-Lord, Drax agak kecewa dengan kenyataan tersebut.
Mantis mendemonstrasikan kekuatan ini kepada mereka berdua dengan menggunakan kemampuannya untuk merasakan bahwa ternyata Quil memiliki ketertarikan seksual yang kuat terhadap Gamora,
menyebabkan Drax tertawa terbahak-bahak atas terbongkarnya rahasia tergelap sahabatnya sendiri. selanjutnya Mantis menyentuh kulit Drax untuk juga merasakan kekonyolan yang ditertawakan Drax yang ternyata sungguh luar biasa baginya.
Meski Gamora masih menolak untuk terlibat dalam diskusi tersebut dan tidak membiarkan Mantis menyentuh kulitnya terlebih mengacam untuk mematahkan rahangnya jika dia berani melakukannya,
Percakapan ketiganya terus berlanjut membahas bagaimana Mantis dapat menggunakan kekuatannya untuk membantu Ego tidur dalam perjalanan panjang seperti ini, Drax meminta Mantis untuk menggunakan kekuatan hipnotisnya itu kepadanya yang membuatnya langsung jatuh tertidur lelap, sambil mendengkur keras.
"Wanita bugil kotor ini adalah teman baruku!" (Drax the Destroyer).
Kepribadian
"Bangsanya benar-benar terbelakang. Kata khiasan hanya akan melintas diatas kepalanya. "
"Tidak ada yang bisa melintas di atas kepalaku, reflekku terlalu cepat, aku akan langsung menyambarnya". (Roket dan Drax).
Di balik penampilan luar Drax, sikap dingin dan dendam yang tampaknya tak terpadamkan, karena tujuannya pembalasan dendam atas kematian keluarganya. sifat sifat negatif ini menekan rasa hormat, kerendahan hati serta kecerdasan yang ada di dalam dirinya.
apa bila Drax berada dalam keadaan rileks dan positif, Dia mampu menyampaikan pidato yang penuh dengan kosakata bahkan mampu memberikan pengaruh positif pada orang orang disekitarnya.
Drax merasa tersinggung ketika Quil sempat menyebutnya Thesaurus berjalan, yang dia tidak suka karena dia tidak mengerti bahwa itu adalah sebuah kata khiasan. Dengan demikian, Drax berkali-kali menunjukkan dirinya kurang dalam hal pemahaman akan metafora dan simbolisme, hal ini ditegaskan sebagai ciri khas bangsanya oleh Rocket Raccoon.
Dendam dan kebenciannya pada Ronan the Accuser sering membuatnya bersikap tidak sabaran pada rekan rekan barunya, dia tidak melihat potensi besar bahwa ternyata mereka memang bisa mengalahkan Ronan.
Hal ini mendorong Drax berbuat tanpa memikirkan konsekuensi yang akan diakibatkannya, seperti menantang Ronan untuk datang ke Knowhere dan melawannya, yang menyebabkan Ronan berhasil mendapatkan Orb, hampir membunuh semua teman-temannya, dan akhirnya mengarah pada Pertempuran Xandar dan penghancuran planet di tangan Ronan.
Drax merasakan penyesalan besar terhadap kegilaannya dan dengan egois membahayakan orang lain demi tujuan pribadinya, yang mendorongnya bekerja sama dengan lebih baik bersama timnya. Namun, dendamnya kemudian membuatnya ingin membunuh Thanos saat dia menyadari bahwa Ronan hanyalah boneka.
Sikap murung, dingin dan kegilaannya, ia gunakan untuk menyembunyikan kesedihan dan rasa sakit hatinya dari orang orang sekitarnya. meski Mantis dapat merasakan perasaan Drax yang paling dalam, dan hal tersebut mendorongnya untuk menangis, Drax tetap diam tidak terpengaruh, namun sesungguhnya ia menagis di dalam hatinya.
Meski masih tampak murung dan serius, Drax juga sering kali menunjukkan kegembiraan, kekonyolan dan sifat kekanak-kanakannya ketika bertempur dan berpetualang bahkan sangat menyukai saat situasi berbahaya dan menegangkan. Tertawa histeris menandakan ia menikmati moment tersebut.
Seperti pada moment saat melawan penjaga di Kyln dan saat menabrak Dark Aster dengan timnya. Ia tertawa histeris pada setiap situasi tersebut.
Drax memiliki ketertarikan terhadap senjata pisau, menjadikannya senjata utamanya dalam kebanyakan situasi, tak perduli betapapun ukuran dan jenis musuh yang dia hadapi. kecuali jika dalam kondisi terpaksa maka ia akan menggunakan senjata lain.
Moloka Dar mengetahui hal ini, ia sempat berusaha menenangkannya dengan menawarkan Drax pisau miliknya sendiri. Selain itu ia juga sempat menggunakan senjata lain, seperti Hadron Enforcer.
Seiring berjalannya waktu, Drax telah banyak berubah dan mulai menyukai rekan setimnya. Sampai pada titik ini, keterampilan sosialnya masihlah sangat kurang. Terutama dalam hal mengungkapkan perasaan positifnya kepada orang disekitarnya. Terbukti saat ia memanggil Gamora sebagai
"wanita pelacur hijau" (Drax tidak bermaksud negatif, cuma ia tak tahu bagaimana cara menyampaikannya secara positif)
maksudnya ia ingin mengatakan kepada Gamora bahwa ia adalah sahabatnya bersama dengan seluruh Guardian of the Galaxy.
Drax tidak ragu untuk menyakiti atau bahkan membunuh siapa pun yang berani menghina teman-temannya, seperti contoh ketika Drax menembak Nebula dengan peluncur roket karena dia telah berani menghina Gamora dihadapannya,
Setelah itu dengan tenang menyatakan tidak ada yang bisa berbicara begitu dengan teman-temannya dan masih selamat sesudahnya. Meski tidak mungkin mengaku begitu, ia menunjukkan berkali-kali bahwa dalam diri Drax masih ada sisi kelembutan. cukup untuk menghibur temannya, Rocket Raccoon, saat terakhir ia kehilangan temannya, Groot.
Setelah pertempuran dengan Ronan, Drax berusaha untuk belajar lebih banyak tentang hidup sebagai warga negara modern untuk menghindari masalah lagi dengan hukum karena catatannya telah dihapus.
Dia, mengalami masalah dalam memahami konsep ini, dia bertanya apakah dia bisa merobek tulang belakang seorang pria jika orang itu mengganggunya, yang oleh Rhomann Dey mengingatkannya bahwa itu adalah tindak pembunuhan yang ilegal sifatnya.
Kekuatan dan Kemampuan
Kekuatan
Kekuatan super : Drax memiliki keahlian fisik yang jauh lebih beragam daripada kebanyakan spesies lainnya, seperti mampu mengangkat berat dalam jumlah besar dan menembus batu padat dan logam.
Dengan menggunakan kekuatan fisiknya sendiri, dia dengan mudah merobek sebuah pesawat Drone menjadi dua, merobek sulur sulur milik Groot, dan menarik keluar implan cybernetic Korath dari kepalanya. Kekuatannya telah memungkinkan dia mengalahkan banyak musuh dan membunuhnya.
sampai-sampai dia bisa dengan mudah menahan Gamora dengan satu tangan dan berkelahi melawan Groot. Kekuatan Drax juga ada pada kakinya, memungkinkan dirinya melompat melebihi manusia normal.
dia bisa menangkap Drone yang terbang setinggi beberapa kaki dari atas tanah dengan satu lompatan, dan juga mampu melompat sejauh beberapa meter untuk menerjang Ronan.
Terlepas dari kekuatan dan keterampilan tempurnya yang luar biasa, Drax lebih lemah dibanding Ronan, yang kekuatan dan kemampuan tempurnya melampaui level Drax's.
Meskipun demikian, Drax cukup kuat untuk dengan mudah menerima atau menahan sebagian besar serangan fisik Ronan, ia juga mampu mengalahkan Korath the Pursuer bawahan Ronan.
Ketahanan Manusia super : Drax dapat menahan serangan mematikan yang kebanyakan spesies tidak dapat melakukannya, berkat kulit yang tebal serta tahan benturan. Selama aksi pelarian dari penjara, Drax menahan ledakan turret langsung dengan dada telanjang tanpa mengalami cedera sebelum merobek Pesawat Drone dengan tangan kosong.
Drax juga telah menerima pukulan dari Ronan the Accuser, yang menyebabkan Drax terbang terlempar beberapa kaki menembus dinding logam. Juga dalam pertarungan Guardian dengan Ronan di atas Dark Aster, Drax mampu bertahan dari dampak tabrakan langsung pesawat yang dikendarai Rocket.
meskipun dia terjatuh tak sadarkan diri. Drax tidak mengalami cedera sedikitpun, saat menabrak beberapa pohon secara beruntun pasca pendaratan darurat pesawat Milano, sementara dia ditambatkan ke bagian luar kapal hanya dengan mengandalkan seutas tali baja.
Drax bahkan berhasil menahan diri agar tetap berada di atas tanah saat tentakel Abilisk mencengkeramnya. Dia juga bisa dengan mudah bertahan dari kejatuhan yang tinggi dan mendarat dengan gesit di atas kakinya.
Superhuman Agility : Drax mampu bergerak dan melompat dengan kecepatan dan ketinggian di atas rata rata manusia normal. Dia mampu melompat setinggi 10 kaki, setidaknya sejauh 60 meter saat dia menerjang Ronan on Knowhere, dan melompat beberapa meter ke dalam mulut Abilisk.
Healing factor : Sel dalam tubuh Drax beregenerasi lebih cepat daripada kebanyakan spesies. Selama bertarung dengan Ronan, Drax menderita beberapa luka memar dan luka di wajahnya, namun saat dia dikeluarkan dari tangki cairan kuning, dia benar-benar sembuh.
Kemampuan
Ahli bertarung brutal : Drax termasuk dalam kategori berserker, sejenis pejuang yang berkelahi secara brutal namun mampu, dan berhasil mengalahkan banyak lawan, termasuk beberapa penjaga Kyln dan prajurit Sakaaran dengan sedikit usaha.
Dia juga mampu menahan dan membunuh Korath the Pursuer. Tapi, meski dia bertahan lebih lama dari kebanyakan melawan Ronan the Accuser, dia pada akhirnya tidak mampu menandingi kemampuan dan kekuatan Kree Commander.
Blade master : Drax sangat ahli dalam menggunakan pisau, terutama pisau ganda miliknya sendiri, yang biasa dia pakai untuk menghabisi banyak tentara Sakaaran.
Equipment
"Aku suka pisau milikmu Aku akan menyimpannya." (Drax ke Moloka Dar).
Dual Knives : Senjata pilihan utama Drax adalah dua pisau yang ia bawa kemana mana. Karena pisau utamanya diambil oleh penjaga Kyln, Drax sesaat menggunakan pisau Moloka Dar sampai dia mendapatkan miliknya sendiri.
Dia juga tampak mengandalkan pisau untuk melawan Ronan the Accuser selama pertempuran di Knowhere dan juga berperang melawan Sakaaran selama Pertempuran Xandar, menggunakannya untuk pertempuran jarak dekat sekaligus dilempar, untuk mengenai sasaran jarak jauh.
Hadron Enforcer: Drax menggunakan Hadron Enforcer, buatan Rocket Raccoon untuk mengintimidasi Ravagers dalam usaha membebaskan Star-Lord dan Gamora dari tahanan Ravengers, meskipun mereka dibebaskan sebelum dia bisa menembak. Drax kemudian menggunakan benda itu untuk melawan Ronan the Accuser selama Pertempuran Xandar.
keluarga :
Ayah (meninggal).
Ibu (meninggal).
Hovat (istri/meninggal).
Kamaria (putri/meninggal).
Ibu (meninggal).
Hovat (istri/meninggal).
Kamaria (putri/meninggal).
Tambahan :
Dalam versi komiknya, Drax bukan ras alien melainkan seorang manusia bernama Arthur Douglas yang istrinya dibunuh oleh Thanos.
Putrinya, Heather, selamat dan ditemukan oleh ayah
Thanos. Dia dibesarkan dan tumbuh menjadi pahlawan super Moondragon.
Dalam film Guardian of Galaxy #1, dibutuhkan Drax ditambah 3 Guardian lainnya untuk mengendalikan kekuatan infinity stone selama sesaat. Namun, dalam komik, Drax mampu mengendalikan infinity Stone dengan mudah seorang diri.
Drax memiliki puting yang sensitif, ini juga alasan utama ia tak pernah memakai baju dan juga alasan mengapa ia tidak suka memakai Rocket's Aero-Rigs.
Warna kulit Drax diubah dari hijau terang di komik menjadi abu-abu layu dalam versi film untuk membedakannya dengan Hulk. Drax mengklaim dirinya memiliki kotoran yang terkenal.
Nama asli : Peter Jason Quill
Alias :
Star-Lord,
Star-Prince,
Space-Lord,
Kriminal legendaris,
Pete,
Si pria yang berselingkuh dengan A'askavariian,
Humie with a Death Wish,
Thief,
Star-Munch,
Orphan Boy,
Captain,
Star-Prince,
Space-Lord,
Kriminal legendaris,
Pete,
Si pria yang berselingkuh dengan A'askavariian,
Humie with a Death Wish,
Thief,
Star-Munch,
Orphan Boy,
Captain,
Spesies : Manusia/Celestial Hybrid
Jenis kelamin : Pria
Status : Hidup
Kemunculan :
Movie :
Guardians of the Galaxy
Guardians of the Galaxy Vol. 2
Avengers: Infinity War (belum rilis)
Avengers 4 (unreleased)
Guardians of the Galaxy Vol. 3(belum rilis)
Guardians of the Galaxy Vol. 2
Avengers: Infinity War (belum rilis)
Avengers 4 (unreleased)
Guardians of the Galaxy Vol. 3(belum rilis)
Komik :
Guardians of the Galaxy Prequel Infinite Comic
Guardians of the Galaxy Vol. 2 Prelude
Guardians of the Galaxy Vol. 2 Prelude
Aktor pemeran :
Diperankan oleh
Chris Pratt
Wyatt Oleff (muda)
Wyatt Oleff (muda)
"Terkadang, apa yang kau tengah cari sepanjang hidupmu sesungguhnya sudah ada di sisimu sejak lama" (Star Lord).
Peter Jason Quil adalah hybrid setengah manusia dan setengah mahluk yang disebut Celestial (dibaca slestial), pada tahun 1988, ia diculik dari tempat kelahirannya oleh seorang Ravager bernama Yondu.
Sesudah ia diculik, ia mulai menjalankan berbagai pekerjaan ilegal terutama yang berhubungan dengan tindak pencurian hingga akhirnya ia memperoleh julukan Star Lord.
Dan pada tahun 2014, Quil memilih untuk keluar dari Clan Ravengers, dan beroperasi secara individual. Aksi solonya ia mulai dengan mencuri sebuah artefak Orb, yang berisi Infinity stone didalamnya. Pada periode inilah Quil memulai ajang Quest for the Orb.
Selama petualangannya, akhirnya ia bertemu anggota Guardian Of Galaxy lainnya yang aktif hingga saat ini, terdiri dari Gamora, Drax the Destroyer, Rocket Raccoon, dan Groot.
Setelah menyadari apa isi artefak orb didalamnya, dan yakin betapa berbahayannya benda tersebut, tim Guardian Of Galaxy terlibat perseteruan dengan pihak Ronan sang Penggugat, yang tak lain adalah kaki tangan Titan jahat Thanos.
Dalam ajang pertempuran Xandar, para Guardian Of Galaxy berhasil mengalahkan Ronan dan untuk pertama kalinya menjadi pahlawan penyelamat Galaxy.
Setelah ajang pertempuran Xandar usai, pihak Guardian memutuskan untuk meninggalkan Xandar untuk melakukan sedikit perbuatan baik dan juga sedikit perbuatan buruk.
berbulan bulan sesudah peristiwa itu, Quil alias Starlord mengerjakan misi bersama Guardian lainnya yang diberikan oleh bangsa Sovereign, untuk membunuh mahluk antar dimensi Abilisk, yang berusaha memakan Baterai Anulax milik bangsa Sovereign.
Meskipun telah berhasil menyelesaikan misi dengan sukses dan memperoleh bayaran, Ayesha pemimpin tertinggi Sovereign mengirim selusin armada pesawat tempur untuk membunuh para Guardian,
Karena Rocket mencuri beberapa baterai Anulax milik mereka. Para Guardian berhasil selamat berkat bantuan Ego, yang dengan mudah meledakkan semua pesawat tempur milik Sovereign.
Ternyata Ego adalah ayah biologis Quil, yang sama sekali tak pernah ia kenal sebelumnya. Namun, setelah terungkap bahwa "Ego"lah yang bertanggung jawab atas kematian ibu kandung Quil "Meredith Quill",
dan juga tujuan utama Ego adalah untuk memusnahkan seluruh jagat raya dan membangunnya kembali sehingga segalanya yang tersisa adalah dirinya, yang mana fenomena ini disebut periode "Terraform".
Quil memimpin pasukan Guardian, yang pada saat itu telah bertambah tiga anggota yaitu Nebula, Mantis, dan juga Yondu Udonta, untuk memusnahkan Ego si planet hidup.
Guardian Of Galaxy sekali lagi berhasil menuai kesuksesan namun mereka harus kehilangan Yondu Udonta yang memutuskan untuk mengorbankan nyawanya demi menebus semua kesalahannya.
Setelah kesuksesan kedua Guardian, Quil kembali memimpin kelompok tersebut.
Biografi semasa hidup
Masa kecil tanpa didampingi sosok seorang ayah.
"Well.. aku berasal dari planet yang tak memiliki unsur hukum kedaulatan. Tempat asal Billy si anak kecil, Bonnie, Clyde, dan John Stamos ."
"Kedengarannya seperti tempat yang ingin aku kunjungi."
"Ya.. kau harus mengunjunginya."
(Star Lord dan Drax the Destroyer).
Peter Quill lahir pada tahun 1980 dari pasangan antara Meredith Quill seorang wanita dari ras manusia, dan Ego dari ras Celestial. Hal ini membuat Quil menjadi Hybrid dari keduanya. Stengah manusia dan juga setengah Celestial (slestial).
Pada awalnya tujuan dari keberadaan Peter Quil tak lebih dari sekedar bagian perjalanan Misi Ego. Yaitu untuk menciptakan mahluk berkekuatan Celestial kedua seperti dirinya, yang dapat membatunya mewujudkan masa "Terraform".
Peter Quil hanyalah salah satu dari ribuan anak keturunan Ego, yang ia hasilkan selama beribu ribu tahun masa kehidupannya. Hampir semua anak anak Ego kecuali Peter Quil, tewas terbunuh di tangan ayahnya sendiri, karena gagal mewarisi gen Celestial yang dianggap mengecewakan bagi Ego.
Quill sama sekali tak mengenal siapa sosok ayahnya, karena pada masa kelahiran Quil, ayahnya Ego meninggalkan Bumi. Ia diasuh oleh ibu dan kakeknya.
Selama masa kecilnya, Quill adalah sosok seorang anak yang liar, sering kali terlibat perkelahian. Ia juga sangat dekat dengan ibunya. Ibu Quil membelikannya seperangkat walkman dilengkapi kaset tape yang berisi selusin lagu lagu favorit "Merdith" semasa ia kecil. Kaset tape ini ia beri judul "Awesome Mix Vol. 1". Semakin lama ia jadi menyukai lagu lagu tersebut.
Tiap kali anak lain bertanya pada Quil dimana ayahnya? Quil mengaku bahwa ayahnya adalah David Hasselhoff, yang tengah sibuk dengan karir bermusiknya.
Kehilangan ibunya
"Ibuku memberikan ini kepadaku. Ibuku suka mengenalkan aku pada lagu lagu pop faforitnya semasa ia masih muda. Hanya ini satu satunya hal yang ku miliki, ketika aku... hari dimana ia... kau mengerti maksudku, ketika aku meninggalkan Bumi." (Star Lord pada Gamora).
Begitu Quil menginjak usia delapan tahun, Ibu Quil Merdith divonis mengidap kanker otak yang sama sekali tak diketahui jenisnya, yang ternyata hasil manipulasi buatan Ego. Ego menganggap kecintaannya terhadap Merdith membutakannya dan berpotensi mengancam tujuan sejati keberadaannya.
Semakin lama akibat kanker otak tersebut, ibu Quil jadi semakin melemah hingga akhirnya ia menemui ajalnya. Sesaat sebelum kematiannya, ibu Quil meninggalkan hadiah perpisahan untuknya. Pada saat terakhirnya Ia juga meminta agar Quil mau menggenggam tangannya.
Namun sayangnya Quil kecil tidak mau melakukannya. Bahkan ia tak mampu memandang ibunya yang tengah sekarat. Beberapa detik kemudian ibunya meninggal dunia. Quil sangat syok dan menjerit histeris menyadari ia baru saja kehilangan ibunya. Hal ini membuatnya ditarik keluar dari ruangan rumah sakit oleh kakeknya.
Quil diculik dan dibawa oleh Pesawat antariksa milik Yondu Udonta.
Setelah kejadian itu, Quil berlari keluar bangunan rumah sakit sambil menangis, dan berikutnya secara tiba tiba ia diculik oleh pesawat Ravengers.
Misi utama Ravengers sesungguhnya adalah untuk membawa Quil ke tangan Ayahnya Ego jauh di angkasa yang paling gelap. Namun, pemimpin Ravengers Yondu tahu benar apa yang dilakukan Ego terhadap anak anak tersebut, bahkan apa rencana utamanya.
Jadi ia memilih untuk tidak menyerahkan Quil dan menjadikan ia sebagai anak angkatnya, juga tak pernah memberitahu Quil akan kebenaran siapa ayahnya.
Dibesarkan oleh Ravengers
"Selama dua puluh tahun kau telah melemparkan itu kewajahku, aku suka setidaknya satu hal, keputusanmu untuk tidak memakanku.
Orang normal tak pernah berfikir untuk memakan orang lainnya. Paling tidak orang orang bisa bersyukur karenanya.
Kau merusakku bung. Kau menculikku dari tempat asalku, dan dari keluargaku." (Peter Quil pada Yondu Udonta).
Ravengers mempersiapkan Quil untuk menjadi seorang pencuri profesional. Yondu mendidik Quil melalui metode militer. Dengan tujuan supaya Quil tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Memberinya perlakuan kasar supaya ia ahli melidungi dirinya sendiri, hingga menerornya dengan ancaman bahwa ia ingin memakan Quil.
Yondu juga membohongi Quil alasan mengapa ia memilih mengadopsi Quil. Yaitu karena
"Quil dulunya adalah anak kecil kurus yang bisa dengan mudah memasuki celah celah sempit yang tak bisa dilewati orang dewasa sehingga sangat cocok untuk melakukan tindak kriminal pencurian. "
Akhirnya Yondu memberitahunya bahwa keinginan untuk "memakan Quil", sesungguhnya hanya sekedar gurauan. Namun ketika dia masih kecil, Quil tentunya menganggap hal tersebut sebagai suatu keseriusan.
Begitu ia sepenuhnya tumbuh dewasa, Quil dikenal dengan julukan Star Lord, yang mana nama itu adalah julukan pemberian ibunya.
Yondu memberi Quil kapal antariksa pribadi ketika ia berusia 10 tahun, Quil menamai pesawat tersebut "Milano", untuk mengenang "Alyssa Milano" karena di masa kecil ia sempat menabraknya.
Quil menjadi salah satu buronan dengan bayaran termahal pihak Nova Corp, atas berbagai tuduhan tindak kriminal meliputi :
1 tindak penipuan, 2 tuduhan membahayakan publik, 1 tindak penyerangan , 1 penghitungan manipulasi ilegal terhadap seorang Duchess Gramosian.
Quest for the Orb
"Bagaimana kau bisa mengetahui tentang hal ini?",
"Aku hanya seorang pemulung, aku cuma bepergian dan mengecek berbagai benda." (Korath the Pursuer dan Star-Lord).
Hidup di luar angkasa selama 26 tahun, Quil membangun reputasi dan memproklamasikan dirinya sendiri sebagai "Kriminal legendaris" Star Lord, dan melanjutkan karir dengan bekerja untuk Yondu Udonta.
Namun setelah cukup lama menghabiskan waktu bersama Ravengers, Quil diam diam berencana untuk meninggalkan organisasi tersebut. Begitu Yondu mendapatkan misi dari Broker yaitu untuk mencuri sebuah benda misterius bernama Orb di wilayah Morag, Quil melihat ini sebagai kesempatan emasnya dan memilih untuk mencuri Orb tersebut untuk dirinya sendiri.
Quil menerbangkan pesawatnya menuju Morag dimana ia menggunakan gadget Holographic Map miliknya untuk menemukan lokasi Orb disimpan.
Seperti dugaan, jalan untuk mencapai Orb tidaklah mudah. Ada banyak jebakan mematikan menanti kedatangan Quil. Quil yang sudah sedari kecil diajarkan untuk mencuri secara profesional dengan santai menaklukkan setiap penghalang sambil menghibur diri dengan mendengarkan lagu dari walkman kesayangannya sembari menari sepanjang perjalanan menuju orb.
Begitu Star Lord tiba di sebuah kuil, ia menjumpai Orb tersebut sama sekali tak memiliki penjagaan. Quil mengeluarkan Orb dari display shield dengan memanfaatkan sebuah gadget bernama Gravity Mines, yaitu sebuah alat canggih yang bisa menciptakan gravitasi buatan.
Sesaat ia menganggap pekerjaan itu sebagai misi pencurian termudah yang pernah ia kerjakan. Namun tak berselang lama Star Lord tiba tiba diserang oleh Korath the Pursuer, bersama pasukan Sakaarans miliknya.
Menyadari dirinya harus segera kabur menyelamatkan diri, Quil mengaku dirinya hanyalah seorang pemulung barang rongsokan, ketika ia ditangkap Korath the Pursuer dan dipaksa untuk menjatuhkan Orb tersebut.
Korath sama sekali tak mempercayai pengakuan Quil, dan mencurigainya sebagai salah satu anggota Ravengers, bahkan memutuskan untuk membawanya ke hadapan Ronan untuk kepentingan introgasi lebih lanjut.
Menanggapi pernyataan korath, Quil mengaku ia sama sekali tak setuju dengan ide tersebut.
Quil menunjukkan aksi perlawanannya, dengan membunuh dua prajurit Sakaaran via Plasma Sphere, sebelum menembak jatuh Korath dengan Quad Blasters miliknya.
Merasa dirinya telah aman, Quil memungut kembali Orb yang tadi ia jatuhkan, namun segera Korath bangkit kembali dan melancarkan serangan pembalasan. Star Lord mengaktifkan Jet Boots milinya dan melesat kabur pada detik itu juga.
Beberapa langkah didepan, Quil berlari menuju Milano dan menggunakan Gravity Mine untuk yang kedua kalinya dan berhasil menjatuhkan prajurit lainnya supaya tak menembakinya. Tak jauh dibelakang, Korath dengan murka berlari mengejar sambil menembakkan tembakan pembalasan.
Berhasil mencapai Milano, Quil melepas Helmet antariksa miliknya, dan meluncurkan Milano mejauhi lokasi kejadian. Korath terus berusaha menembaki Quil kali ini dengan meriam yang lebih besar, memaksa Star Lord mengeluarkan keahlian pilot penerbangannya untuk bermanufer menghindari tembakan peluru.
Ketika ia telah terbang cukup jauh, Quil mulai tertawa congkak merayakan kemenangannya, beberapa detik berikutnya Quil karena terlalu sibuk menertawakan musuhnya yang tertinggal dibelakang, ia tak menyadari dirinya terbang mengarah ke sumber semburan uap panas.
Nyaris mengalami tabrakan pesawat, hingga ia berhasil dengan susah payah mengembalikan kontrol atas pesawat Milano dan memulai pelariannya yang manis.
Ketika tengah sibuk memfokuskan diri dalam menerbangkan pesawat meninggalkan Morag, Star Lord baru menyadari ternyata pacarnya masih berada di dalam pesawat, ia mendapati wanita tersebut syok akibat aksi penerbangan mendadak yang secara tiba tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya tersebut.
tanpa membuang waktu Quil kemudian menjelaskan pada Bereet, bahwa ia tengah melarikan diri dari planet Morag, dalam usaha untuk membawa artefak orb menjauh dan menjualnya dengan harga tinggi.
Di tengah perjalanan mengarungi ruang hampa, ketika mereka mendengarkan warta berita mengenai perang antara pihak Nova dan Kree, Bereet tanpa sengaja mengangkat panggilan video call dari Yondu Udonta.
Berdasarkan pengakuan Udonta, ia dan para ravengers lainnya telah tiba di planet Morag, dan menemukan fakta bahwa Quil beserta Orb yang tengah dicari sudah raib dari tempatnya.
Yondu Udonta mulai merasa jengkel karena Quil menolak memberitahu ia ada dimana sekarang dan apa yang tengah direncanakannya terhadap orb tersebut, dan mulai mempersalahkan Quil karena ia dianggap telah melanggar kode etik Ravengers, dan dengan cepat, Quil mengakhiri panggilan telepon antara ia dan Yondu.
"Kau memiliki kualitas sebagai seorang pria terhormat".
"Well.. kau tahu, aku tak pernah berkata demikian. Orang orang mengatakan itu padaku, setiap waktu, tapi ini bukanlah sesuatu yang sempat ku ucapkan mengenai diriku." (Gamora dan Star Lord)
Star Lord tiba di Xandar dalam usaha menjual orb pada Broker. Ia mengucapkan sampai jumpa pada Bereet sebelum pergi meninggalkannya. Quil mendatangi Broker yang sebelumnya telah mengadakan kesepakatan dengan Yondu Udonta, dengan harapan bahwa mungkin ia dapat memperoleh harga tinggi.
"merchant" menolak membeli Orb dari Quil, setelah Quil memberitahunya bahwa Korath the Pursuer saat ini tengah bekerja pada Ronan sang penggugat, yang memiliki tujuan untuk menghancurkan Xandar.
Begitu ia diusir keluar toko milik Broker, Quil sempat memprotes perlakuan si Broker terhadap dirinya dan memvonisnya tak memiliki sikap profesional. Namun begitu menyadari ternyata Gamora tengah menantinya diluar toko,
Quil langsung mengubah sikap prilakunya 190° derajat, ia Berusaha memikat Gamora, memperkenalkan dirinya sebagai Star Lord, namun tampaknya ia tak berhasil melakukannya.
Masih terus berusaha melanjutkan pendekatan, secara tiba tiba tanpa diduga sebelumnya, Gamora menyerang dan menendang Quil tepat di dadanya, kemudian merebut Orb dari tangan Quil, dan pergi menjauh secepat mungkin.
Quil dengan cepat menjatuhkan Gamora dengan memanfaatkan bola energi, berusaha menjauhkan Orb dari tangannya, namun tak memerlukan waktu lama Quil mendapati dirinya di dominasi oleh gamora.
ternyata lawan yang harus dihadapi Quil adalah seorang assassin's profesional, dan dengan mudah menjatuhkan Quil yang tak memiliki pertahanan yang memadai.
Sesaat sebelum Gamora mengeksekusi Star Lord, ia tak sengaja selamat, karena Rocket Raccoon dan Groot menyerang gamora, dengan tujuan menangkap Quil yang saat itu sudah menjadi buronan bagi pihak Ravengers.
Ketika Gamora tengah sibuk berkelahi melawan dua pemburu bayaran tersebut, Quil memanfaatkan keadaan dengan melarikan diri menjauh dari lokasi kejadian. Mengira dirinya telah berhasil, namun nyatanya Gamora melemparkan pisau menuju tangan Quil, sehingga memaksanya melepaskan Orb dari genggamannya.
Untuk kedua kalinya Star Lord dikalahkan oleh Gamora dalam perkelahian, ia tertahan di atas tanah dan disebut tolol oleh Gamora.
Menolak untuk dikalahkan, Star Lord menggunakan keahlian tipu muslihatnya, memasangkan salah satu device Jet Boot di kaki Gamora, dengan cepat mengaktifkannya, sehingga mengakibatkan Gamora terbang melesat dengan kecepatan tinggi dan akhirnya mendarat darurat di dalam kolam air mancur terdekat.
Merasa hebat, Quil kemudian merayakan keberhasilannya, mengejek lawannya, namun secara tiba tiba Groot menyergapnya dari belakang, memasukkannya ke dalam karung, kemudian menggotongnya pergi dengan paksa.
Gamora muncul kembali, kali ini ia membawa pedang yang mengancam ditangannya, dan dengan itu dia memotong tangan Groot secara brutal, dan membebaskan Quil dari dalam Karung.
Begitu Gamora bermaksud merebut kembali Orb yang masih ada di dalam Karung, Quil menembakkan Quad Blasters kearahnya dan mengakibatkan ia mengalami lumpuh sementara, sekali lagi berusaha kabur bersama Orb tersebut.
Sebelum Quil berhasil pergi jauh, Rocket telah menembaknya dengan Laser Cannon, mengakibatkannya jatuh tersungkur ketanah sambil merasakan rasa sakit yang luar biasa. Rocket dengan santai menertawai Quil, Namun keempatnya harus berakhir di tahan pihak Nova Corps.
Quil sendiri ditahan oleh Rhomann Dey, yang sepertinya telah menahan Quil Sebelumnya. Rhomann memanggil Quil dengan sebutan "Star Prince", yang dikoreksi Oleh Quil dengan benar hingga menjadi "Star Lord".
Terpenjara di Kyln
"HEY, HEY, HEY! Itu milikku..!! Hey, lepaskan Headphone itu, sekarang juga! "Hooked on a Feeling", Blue Swede, 1973. Lagu itu ditujukan untukku!" (Star Lord pada Mean Guard).
Begitu Star lord tiba di penjara, mereka ditahan di dinding satu persatu oleh Nova Corps dimana seluruh catatan kriminal mereka dibacakan dan dijelaskan oleh Rhomann Dey kepada Garthan Saal.
Merasa frustasi harus menjalani proses ini, Star Lord menunjukkan sikap menantang dengan memamerkan jari tengah pada siapapun yang memandanginya, sebelum mengaku semua tuduhan yang dilemparkan pada dirinya hanyalah sekedar kecelakaan.
Keempat kelompok tersebut selanjutnya dikirim ke Kyln, tempat bagi setiap penjahat kelas berat ditahan. Memulai masa penahanan mereka, mau tidak mau mereka harus bersama sama dan saling berinteraksi satu sama lain.
Selanjutnya Quil menemukan dirinya terus mempertanyakan mengapa Groot terus mengulang kalimat yang sama berkali kali tiap kali ia berbicara, dan membandingkan antara Rocket Racoon dengan rakun bumi yang pernah ia kenal waktu masih kecil.
Quil mulai menanyai Gamora mengenai apa yang akan ia rencanakan terhadap Orb tersebut apa bila ia berhasil mendapatkannya, yang langsung di jawab Gamora bahwa ia berencana untuk menghianati Ronan dan menjual Orb kepada pihak ketiga yang mana Gamora menolak untuk memberitahu siapa pihak ketiga yang ia maksudkan.
Quil berikutnya menemukan salah satu penjaga menggunakan Walkman kesayangannya, dan tanpa pikir panjang langsung memasuki pintu masuk ruang penyitaan barang tahanan, dan meneriaki sang Mean Guards.
Memperingatkan bahwa lain hari ia akan merebut kembali Walkman itu, bahkan menguraikan secara mendetail judul lagu beserta musisi yang menyanyikannya sebagai" Hooked on a Feeling", Blue Swede, yang dirilis pada tahun 1973.
Sementara ketiga tahanan lain yaitu Rocket, Gamora, beserta Groot menyaksikan apa yang tengah diperbuat Quil, si penjaga yang tengah menggunakan Walkman milik Quil, mengeluarkan "taser rod", dan menyetrumya hingga akhirnya Star Lord roboh tak berdaya di lantai.
Tahap selanjutnya, Quil dan juga tahanan lainnya dilucuti kemudian dimandikan secara paksa dengan cara yang sungguh tidak menyenangkan. Merasa tak terima, Quil berusaha membalas dendam pada penjaga atas perlakuan yang ia terima.
Namun sayangnya, ia baru menyadari ternyata dirinya telah dikelilingi oleh sekumpulan Drone bersenjata lengkap, dan akhirnya terpaksa mengurungkan niat pembalasannya.
Selama ia diberikan seragam tahanan, Quil ditempatkan pada sell yang sama dengan Rocket Racoon, untuk mengenakan seragam. Tanpa sengaja ia melihat sekumpulan alat cybernetic ditanamkan pada bagian belakang tubuh Rocket.
Meskipun menganggap apa yang ia saksikan adalah sesuatu yang ganjil, Quil memutuskan untuk tetap diam dan tak berkomentar mengingat situasi yang tengah ia hadapi.
Begitu Quil beserta anggota tahanan lainnya selesai melewati berbagai prosedur, mereka semua mulai memasuki areal tahanan. Gamora telah dikenali kebanyakan tahanan berkat hubungannya dengan dua sosok yang paling dibenci yaitu Ronan dan Thanos.
Sementara Quil sendiri, ia mendapati dirinya telah menjadi target sesosok mahluk humanoid dengan ukuran tubuh sangat besar, yang tengah bersiap untuk memulai perkelahian.
Untungnya, Quil selamat berkat Groot yang menancapkan lengan akar miliknya dan menumbuhkan jari jarinya hingga memasuki rongga otak mahluk tersebut melakui lobang hidungnya,
sementara Rocket menegaskan pada setiap tahanan yang menyaksikan kejadian saat itu, bahwa Quil adalah Buronan milik mereka, dan tak ada yang boleh macam macam dengannya.
Menyelamatkan Gamora
"Begini garis besarnya.. Ia telah mengkhianati Ronan, dan Ronan akan datang kembali untuk mencari wanita ini. Dan begitu ia datang kemari, pada saat itulah tiba saatnya bagimu.."
"Mengapa aku harus menempatkan jariku dilehernya?"
"Oh.. ini adalah isyarat. Isyarat yang menggambarkan saat kau memotong lehernya." (Star Lord dan Drax)
Ketika Quil berusaha untuk tidur, diantara sekelompok tahanan, sementara Gamora memperoleh sel tersendiri, para tahanan Kyln lainnya terus berusaha mengintimidasinya. Begitu saat malam telah tiba,
Quil menyaksikan Gamora mulai disiksa dan berusaha dibunuh oleh mereka para korban kekejaman Ronan dan Thanos. Sama sekali tak menginginkan kematian Gamora, Quil diam diam mengikuti aktifitas tersebut bersama Rocket Racoon dimana ia menjumpai Moloka Dar berusaha menyayat leher Gamora.
Tiba tiba Drax the Destroyer muncul dari balik bayangan dan dengan penuh amarah mengklaim bahwa dirinyalah yang pantas untuk mengeksekusi Gamora, mengingat putri beserta istrinya tewas di tangan Ronan.
Quil terus memantau ketika Moloka Dar menyerahkan pisaunya kepada Drax, namun Gamora berusaha membebaskan diri dengan mengklaim bahwa dia bukan keluarga Thanos ataupun Ronan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu satunya orang yang bisa menghentikan si penjahat Titan.
Quil memperlihatkan diri ketika Drax mencekik Gamora dan berusaha membunuhnya, berhasil membujuknya agar berhenti melakukannya, dan membiarkan Gamora tetap hidup, sehingga begitu Ronan yang telah ia Khianati datang mencari si wanita, maka pada saat itulah tiba bagi Drax untuk melakukan pembalasan dendamnya.
Meskipun telah menyelamatkan Gamora, Quil mengaku sama sekali tak perduli kepadanya, kecuali karena ia memiliki informasi dimana tempat yang tepat untuk menjual Orb tersebut.
Gamora sepakat, jika mereka berhasil melarikan diri dari Penjara Kyln, ia berjanji akan mengajak mereka berlima untuk pergi menemui pihak ketiga dan menjual Orb yang dimaksud, dan tentu saja membagi hasil penjualan Orb dengan mereka semua termasuk Groot.
Quil menjamin pada keempat rekan barunya, bahwa Rocket akan menyukseskan mereka dalam aksi rencana pelariannya. Meskipun demikian, Rocket masih berfikir untuk menyerahkan kepala Quil, sehingga mendapat bayaran dari Ravengers.
Melarikan diri dari Penjara.
"Apa yang ia lakukan disini?"
"Kami menjanjikan kepadanya bahwa ia bisa tetap tinggal didekatmu hingga ia mendapat kesempatan membunuh bosmu."
Aku selalu menepati janjiku, karena jika tidak, tulang dan otot otot itu akan membunuhku." (Gamora dan Quil).
Hari berikutnya, Rocket Racoon mulai menjelaskan misi pelarian mereka, serta apa saja yang dibutuhkan untuk dapat menyukseskan misi tersebut. Setiap masing masing anggota akan ditugaskan mencari item yang dimaksud, sehingga misi pelarian dapat dijalankan.
Star Lord dan Gamora berusaha mencari item yang dimaksud, sementara Rocket akan melakukan hacking terhadap menara pengawas. Selama diskusi Quil pesimis bahwa rencana tersebut seolah mustahil untuk diwujudkan. Namun Rocket hanya menjawab bahwa Quil harus mencari tahu sendiri metode untuk menyelesaikan misi mereka.
Sebelum mereka bersiap melaksanakan tugas, Groot sudah terlebih dahulu menyelesaikan langkah terakhir dari rencana Rocket.
Mengakibatkan alarm penjara menjadi masuk ke fase nonaktif. Ketiganya dengan panik memulai rencana tanpa persiapan yang matang. Gamora harus mendapatkan organ implan cybernetic dari lengan si Guard pemarah.
Sementara Quil harus mendapatkan kaki palsu dari seorang narapidana. Bukannya merebut kaki cybernetic itu secara paksa, Quil malah dengan polosnya menawar untuk membeli kaki si tahanan, yang mana si napi yang tengah bingung dengan permintaan aneh tersebut membuka harga awal sebesar 30,000 yunit.
Berhasil mendapatkan kaki palsu yang dimaksud, Star lord nyaris tertangkap seorang penjaga, namun mengalih fungsikan kaki kiri palsu tersebut sebagai senjata. Ia selamat dari ancaman si penjaga.
Berhasil merebut Senapan milik seorang Penjaga yang telah tumbang, Quil membuka jalan bagi dirinya sendiri untuk mencapai menara pengawas. Dengan senapan yang didapatnya, Quil berhasil menembak jatuh Drone penjaga.
Di sisi lain, Groot dan Rocket masih disibukkan oleh berbagai Drone yang datang dari berbagai arah, akibat perbuatan Groot yang telah mencuri baterai Quarnyx. Rocket terus menyelesaikan bagian tugasnya, hingga para anggota lainnya siap bergabung kembali dengan dirinya.
Quil mulai memanjat kaki Groot dalam usahanya mencapai menara pengawas. Langsung saja Star Lord menerima ancaman dari pesawat Drone yang tengah menembakkan peluru misille ke arahnya, Namun dengan sigap Drax muncul dan merobek pesawat Drone tersebut.
Drax bergabung dalam tim dengan tujuan mencari Ronan dan kemudian membunuhnya.
Drax sangat menikmati dirinya mencabik cabik pesawat Drone milik penjaga dengan kekuatan tangan kosongnya. Sambil memanggil Quil dengan sebutan si pria yang berselingkuh dengan A'askavariian, hal ini sungguh mempermalukan Quil.
Setelah mereka berlima berhasil sampai di menara pengawas dan mengunci diri didalamnya, Gamora mempertanyakan mengapa Drax diizinkan ikut serta dengan mereka. Rocket mengaku pada Star lord bahwa mencuri kaki palsu hanyalah sebuah gurauan, dan Quil dengan bodohnya melakukan permintaan Rocket.
Merasa lumayan jengkel, Star Lord memprotes mengingat uang yang telah ia habiskan untuk mendapatkan kaki palsu tersebut. Tak berselang lama Kepala penjaga muncul, bersama beberapa pasukan, dan mereka berencana menembak skaligus merobohkan Menara pengawas.
Rocket masih terus bekerja, tak memperdulikan apa yang terjadi. Quil mulai menuduh Rocket sama sekali tak punya rencana, hingga akhirnya Rocket mengaktifkan anti gravitasi dan kemudian menerbangkan menara pengawas beserta isinya, menuju ke tempat yang aman.
Sekarang mereka berlima mendapat kesempatan untuk melarikan diri tanpa hambatan menuju pesawat antariksa Milano milik Quil. Begitu mereka berhasil mendapatkan kembali barang barang pribadi masing masing yang tadinya disita pasca prosedur penahanan,
Quil menyadari Ternyata si penjaga tak mengembalikan Walkman miliknya.Tak rela kehilangan barang berharga pemberian mendiang ibunya, Quil memberi Gamora tas miliknya yang tadinya berisi Orb dan meminta mereka berempat menunggu di pesawat Milano.
Namun sebenarnya Quil telah menyimpan Bola Orb ditangannya sendiri, mengingat tentu saja untuk mencegah dirinya ditinggal pergi oleh rekan rekan barunya, karena ia tahu benar semua orang disekelilingnya tak kalah lebih licik dari dirinya sendiri.
Setelah kembali ke pakaian lamanya, Quil berangkat dalam usaha merebut kembali Walkman miliknya. Dengan equipment lengkap termasuk space helmet dan Quad Blasters ditangannya, tak ada penjaga yang mampu menandingi dirinya dalam aksi perkelahian.
Star Lord mematahkan lengan seorang penjaga yang menghadang jalannya, melumpuhkan penjaga lainnya dengan tembakan elektrisitas, kemudian terus melanjutkan misi singkatnya.
Setelah berhasil melumpuhkan banyak penjaga, Star Lord menemukan sang Main Guard yang tengah mendengarkan musik dari walkman miliknya. Quil memanfaatkan situasi tersebut dengan diam diam menyelinap dibelakang si Main Guard yang tengah hanyut dalam alunan musik.
Malang bagi sang penjaga ia baru menyadari keberadaan Quil sedetik sebelum kepalanya terkena hantaman mematikan yang dengan sukses menumbangkannya.
Setelah sukses melaksanakan misi solonya, Star Lord memfokuskan diri untuk bergabung bersama anggota tim lainnya yang dengan begitu gelisah menantikan kedatangan Quil bersama Orb kembali.
Berbekal space helmet dan Jet Boost yang dapat membantunya bernafas di ruang angkasa dan juga meluncur dalam areal gravitasi nol, Star Lord terbang begitu saja keluar dari areal penjara Kyln. Drax adalah orang pertama yang menyaksikan kedatangannya yang heroik, merasa terheran heran dan memuji keberanian Quil sebagai sekutu yang tangguh dan layak.
Begitu Star Lord kembali ke Milano, Drax mulai bertanya apa yang ia cari sehingga rela membahayakan dirinya sendiri, dan berharap apa yang dibawa Quil bisa membantunya mengalahkan Ronan, namun akhirnya ia kecewa karena Quil hanya datang membawa seperangkat Walkman.
menjaga kedamaian diantara Kru
"Hey! Tak seorangpun melakukan pembunuhan terhadap orang lain di kapalku.!! Kita tetap bersama hingga kita memperoleh uang bayaran".
"Aku tak memiliki ketertarikan terhadap uang".
"Bagus. Itu berarti lebih banyak uang lagi untuk kita bertiga." (Star Lord dan Drax the Destroyer).
Selama berada di Milano bersama teman teman barunya, Quil mendapati Rocket Racoon melepas sebagian kecil bagian kapalnya untuk menciptakan senjata termasuk Hadron Enforcer yang berdasarkan pengakuam Rocket, mampu memusnahkan benda langit seukuran bulan.
Quil sangat marah, dan memerintahkan Rocket untuk berhenti. Ia menegaskan sama sekali tak membutuhkan alat penghancur bulan ataupun bom tergeletak dikapalnya.
Ketika Quil bertanya apa yang dilihatnya tergeletak di lantai itu, Rocket dengan acuh memperingatkan itu adalah bom dan jangan mencoba untuk menyentuhnya.
Semakin muak, Quil menyarankan tidakkah sebaiknya Rocket meletakkan Bom ditempat yang aman seperti dalam box misalnya. Mencoba mencari sebuah kotak, Rocket malah berusaha menggunakan kotak tempat penyimpanan hadiah pemberian Meredith Quil untuk Quil.
Quil kemudian meminta Gamora untuk memberinya koordinat dimana lokasi si pembeli pihak ketiga berada, yang untuk kedua kalinya Gamora menolak melakukannya. Hal ini memicu percakapan tentang siapa yang lebih bisa dipercaya di antara keduanya.
Selanjutnya mereka memulai untuk mendiskusikan apa sesungguhnya isi dari Orb itu. Hal ini kembali memicu ketertarikan Drax dan menurutnya, apa bila isi dari bola misterius itu adalah senjata, sebaiknya mereka menggunakannya untuk mengalahkan Ronan.
Terjadi kembali percekcokan atara dirinya dan Gamora, yang lagi lagi menjurus ke topik pembunuhan, hingga memaksa Star Lord menjadi penengah di antara keduanya. Quil menegaskan tak ada yang boleh melakukan pembunuhan terhadap siapapun selama berada dikapalnya.
Quil mulai mengemukakan perlunya pemahaman dan rasa saling percaya di antara mereka berlima sehingga mereka bisa bekerja sama dengan lebih baik. Gamora menunjukkan sikap tak adanya keinginan untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan semua rekannya sesudah mereka berhasil menjual orb.
Sambil berjalan menjauhi mereka semua, Gamora mengomentari kebersihan dalam pesawat Quil dengan komentar "filthy" /kotor/menjijikkan.
Quil membalas komentar Gamora dengan mengandaikan pesawatnya bagaikan lukisan hasil karya "Jackson Pollock", apa bila ia menggunakan black light. (Lebih mengarah pada diskusinya dengan Rocket).
Terlibat Bencana di Knowhere
"Empat miliar yunit! Rocket, ayolah bung, bertahanlah selama satu lagi malam yang menjengkelkan dan kita akan kaya."
"Terserah, tapi aku tak bisa menjanjikan begitu semua ini berakhir, aku tak akan membunuh setiap orang diantara kalian semua brengsek." (Star Lord dan Rocket Racoon).
Ketika ia menghabiskan waktu dengan berlatih menggunakan Quad Blasters miliknya, Quil diberitahu bahwa mereka telah tiba di wilayah yang disebut Knowhere, yaitu pusat bersarangnya para kriminal beserta pasar gelap yang dibangun di dalam penggalan kepala mahluk luar angkasa purba bernama Celestial.
Quil bercerita pada kawan kawannya tentang masa kecilnya ketika berada di Bumi, menggambarkan Bumi sebagai surganya para kriminal. Cerita Quil membuat Drax merasa tertarik untuk berkunjung ke Bumi.
Mereka diminta untuk bersantai sejenak selama menunggu balasan respon kontak dari Colector si pihak ketiga. Sementara Milano tengah mengisi ulang bahan bakar, Quil menghabiskan waktu bersama Gamora yang mulai bercerita mengenai hubungannya dengan sang ayah angkat Thanos.
Mulai dari bagaimana Thanos membunuh seluruh anggota keluarga Gamora di hadapannya sendiri, hingga mengadopsi dirinya dan menjadikannya sebagai senjata pembunuh.
Gamora juga menjelaskan kesepakatan Thanos dengan Ronan untuk menghancurkan Xandar adalah titik balik dimana ia memutuskan untuk menghianati mereka berdua.
Gamora bertanya Kepada Quil mengapa dia rela pergi membahayakan dirinya hanya demi sebuah Walkman, kemudian Quil menjawab bahwa itu adalah satu satunya benda peninggalan mendiang ibunya, yang diberinya pada Quil sebelum ia meninggal.
Menunjukkan bahwa dengan itu ia mendengarkan lagu dan kemudian menari. Quil mengizinkan Gamora mendengarkan lagu dari Walkman miliknya kemudian mencoba mencium Gamora.
Bukannya berhasil, malahan Gamora meletakkan Pisau tepat di leher Quil dan mengacam untuk menyayat leher Quil.
Berikutnya mereka terganggu oleh pertarungan yang baru saja pecah antara Drax, Rocket Raccoon dan Groot. Quill membubarkan perkelahian diantara keduanya, kemudian mengatakan kepada mereka bahwa kurangnya kepercayaan mereka terhadap orang lain telah mencegah mereka untuk berteman dan saling bekerja sama.
Meskipun diingatkan demikian, Rocket masih terus berniat untuk berkelahi, Quill mengingatkannya agar sebaiknya menahan diri paling tidak hingga mereka berhasil menjual Orb dan mendapatkan miliaran unit terlebih dahulu, lalu mereka bisa berpisah sesudahnya untuk selamanya.
Namun Quill tidak bisa menghentikan Drax untuk pergi, karena dia sangat marah mengingat dia masih belum mencapai tujuannya untuk membunuh Ronan.
Bertemu Collector
"Orang orang ini mampu menggunakan infinity stone untuk memusnahkan seluruh peradaban bagaikan memangkas gandum di ladang. "
"Aku mulai terkencing kencing sekarang." (Collector dan Star Lord).
Sementara kelompok tersebut membiarkan Drax pergi, mereka disambut oleh Carina, asisten Kolektor, yang mempersilahkan mereka untuk datang ke Museum milik Kolektor yang menyimpan beberapa spesies dan barang-barang di dalam kandang, termasuk Dark Elf dan Howard si Duck.
Quill mundur selangkah ketika ia melihat sang Kolektor kemudian menyapa Gamora dengan berlebihan dan menanyakan apakah dia bisa membeli Groot dari mereka,
karena dia tertarik untuk menyimpan dan mengawetkan tubuh Groot menjadi bagian dari koleksinya suatu hari nanti. Quill kemudian menunjukkan Orb ke kolektor, namun menjatuhkannya ke lantai karena canggung.
Selagi Kolektor mulai membuka Orb dan mengeluarkan isinya, dia menjelaskan bahwa isi Orb sesungguhnya adalah salah satu Batu Infinity, item yang menyimpan kekuatan tanpa batas yang mampu menghancurkan seluruh planet dan membunuh semua peradaban yang ada dan hanya makhluk terkuat yang mampu menggunakannya.
Kolektor kemudian memperlihatkan kilasan bagaimana salah satu Celestial yang menggunakan kekuatan Orb untuk menghancurkan sebuah planet beserta seisi peradabannya. Pada saat itu Quill mengaku itu cukup menakutkan untuk membuatnya kencing di celana saat sang Kolektor mengagumi infinity Stone yang ada di dalam Orb.
Bosan menyaksikan demonstrasi si kolektor, Rocket Raccoon bersikeras bahwa kolector harus membayar mereka atas jasa membawakan batu infinity tersebut. Sebelum Kolektor bisa menyerahkan membayaran, salah seorang asistennya yang merasa tersiksa meraih batu itu dan menggenggamnya, mengakibatkan ledakan yang menghancurkan seluruh koleksi beserta seisi toko sementara Carina menjerit histeris karena tak cukup kuat untuk menahan infinity stone.
Radiasi Batu itu membakar tubuh Carina dari dalam dan menewaskannya hingga menjadi serpihan abu.
Ketiganya berusaha menyelamatkan diri dari efek ledakan radiasi batu infinity. Groot menarik Rocket bersamanya dan melompat keluar toko, sementara Quil dan Gamora berlindung tiarap di balik sebuah meja.
"Aku melihatmu di luar sana. Aku tak tahu apa pikiran yang muncul dalam diriku, tapi aku tak mampu membiarkanmu mati. Aku menemukan sesuatu di dalam diriku. Sesuatu yang luarbiasa heroik. . Maksudku, kali ini bukan untuk membual, tapi sesuatu yang benar benar nyata." (Star Lord pada Gamora).
Quil, Gamora, Groot dan Rocket berhasil selamat dari maut tanpa cidera, namun naas bagi si Kolektor yang sepertinya ada dalam kondisi sekarat. Keempatnya pergi meninggalkan musium milik sang Kolektor dan sekali lagi gagal memperoleh bayaran.
Melihat Quil dan Gamora masih menggenggam batu itu, kali ini sudah masuk kembali ke dalam Orb, Rocket panik skaligus ketakutan. Memperingatkan keduanya untuk membuang jauh jauh batu gila itu.
Rocket memperingatkan sebaiknya mengembalikan batu itu pada Ronan dan kabur secepat mungkin. Sedangkan Quil mengusulkan untuk mencari pembeli lain yang berani membeli batu tersebut sehingga mereka memperoleh bayaran.
Sebelum mereka bisa terus berdebat, Ronan dan Nebula tiba bersama seluruh tentara Sakaaran. Setelah mengetahui bahwa ternyata Drax the Destroyer telah memanggil musuhnya untuk mendapatkan kesempatan pembalasan dendamnya, Quill terus bersikeras sebelum menyadari bahwa Udonta dan timnya sendiri dari Ravagers juga telah tiba untuk menemukan dan menangkapnya.
Dengan pilihan yang sangat terbatas Gamora memutuskan melarikan diri bersama Orb, namun Nebula berhasil mengejarnya, sementara Quil terus membuntuti mereka dari belakang
Mencuri Pods Pertambangan bersama Rocket, Quill dan Rocket bekerja sama dengan Gamora dalam melawan Necrocraft Sakaaran yang berusaha untuk menembak jatuh Pods yang dikendarai Gamora.
Selama pertempuran sengit mereka, Star-Lord dan Rocket sukses menghancurkan banyak kapal Sakaaran saat Quill merekomendasikan Rocket bahwa mereka mulai menggunakan Mining Pods sebagai senjata penghancur untuk mengalahkan pihak Necrocraft Sakaaran.
Sementara Drax berduel melawan Ronan di permukaan tanah, Star-Lord berusaha untuk ungguk dalam pertarungan dengan menggunakan pods penambang untuk merobek salah satu pesawat Necrocraft dan memasukkan Mining Pods kedalam Necrocraft, sehingga ia bisa mengendalikan Necrocraft melalui perantara Mining Pods.
Star Lord berikutnya berusaha keras menembakkan senjata Necrocraft kepada pesawat lainnya, sehingga memberi kesempatan bagi Gamora untuk kabur menjauh.
Meskipun Star Lord melaksanakan perannya dengan baik, namun pada akhirnya Gamora tak mampu melarikan diri dari pasukan yang dipimpin Nebula.
Tanpa pilihan lain, Gamora terpaksa terbang ke Luar Knowhere menuju angkasa yang dalam, dimana Nebula menghancurkan Pod yang dikendarai Gamora dan merampas Orb, membiarkan saudarinya tewas di luar angkasa.
Star-Lord dan Rocket menyaksikan ini dari kejauhan, karena Pod Pertambangan tak di desain untuk terbang di luar angkasa. Rocket memperingatkan mereka kembali ke Knowhere sebelum mereka tewas di ruang hampa.
Star-Lord menolak membiarkan Gamora mati. Menghubungi Yondu Udonta dan mengatakan lokasi koordinatnya berada saat ini Star-Lord membulatkan tekad untuk menyelamatkan Gamora.
Star-Lord nekat keluar dari Pod yang dikendarainya dan terbang melalui ruang hampa untuk mencapai tubuh Gamora yang tengah sekarat, terlepas dari semua peringatan Rocket bahwa dia tidak akan dapat bertahan dalam kondisi ekstrim ruang angkasa yang bisa membunuhnya kapan saja.
Menolak untuk mendengarkan Rocket, Star-Lord dengan heroik memberi Gamora Space helmet miliknya untuk membantunya bertahan hidup sementara tubuhnya sendiri mulai membeku dari udara dingin ekstrim dan kurangnya oksigen.
Sebelum Quill berakhir lemas dan mati di luar angkasa, mereka berdua kemudian ditarik gelombang Eclector yang dikendalikan oleh Udonta.
Berkat moment yang tepat, Star-Lord dan Gamora diselamatkan oleh Ravagers dan Udonta yang kemudian menaikkan mereka ke kapal. Mendekap Gamora dan memandang matanya, Quill mengatakan kepadanya bahwa dia tidak mampu membiarkan Gamora meninggal, mengakui bahwa itu adalah perbuatan paling heroik yang pernah dilakukannya.
Quill menjelaskan bahwa Ronan the Accuser telah merebut kembali Orb selama pertempuran, Kraglin Obfonteri dan tim Ravagers kemudian menahan mereka dan mengancamnya dengan menodongkan senapan, membawa mereka ke dalam tahanan mereka.
Menjalin kesepakatan dengan Yondu.
"Jika kau membunuhku sekarang, berarti kau telah mengucapkan selamat tinggal pada kesempatan terbesar yang bisa kau dapatkan."
"Batu itu? Aku harap kau memiliki sesuatu yang lebih baik dari itu. Karena tak seorangpun yang mampu mencuri dari Ronan." (Peter Quil dan Yondu Udonta).
Selama berada dalam pesawat milik Yondu Udonta, Quil dihajar dan dipukuli oleh bekas bosnya, dengan penuh kemarahan mengingat perbuatan Quil yang telah berani menghianati kelompoknya sendiri Ravengers.
Quill berdebat dengan Udonta tentang bagaimana Udonta mengklaim bahwa Quill harus bersyukur bahwa dia tidak dimakan oleh Ravagers lainnya berkat jasa Udonta, yang membuat Quill marah dengan menekankan bahwa Udonta telah mengancamnya setiap waktu sejak dia diculik dari Bumi selama bertahun tahun sebelumnya .
Udonta kehilangan kesabaran dan mengarahkan panah Yaka ke tenggorokan Quill. Quill berusaha membujuk Udonta agar tidak membunuhnya dengan mengatakan kepadanya bahwa sekarang dia tahu di mana Orb dan mengklaim bahwa mereka bisa bekerja sama untuk mengambilnya kembali.
Mengetahui Orb ada di tangan Ronan the Accuser, Udonta mengklaim bahwa sangatlah mustahil untuk mencuri dari Kree,
betapapun Quill sangat yakin bahwa dengan bantuan Gamora mereka mungkin memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kelemahannya, Udonta menarik kembali panah miliknya pertanda ia setuju dengan Quil.
Sementara Quill, Udonta dan Ravagers lainnya merayakan kesepakatan baru mereka, tiba-tiba Rocket Raccoon muncul dan mengancam untuk menembakan Eclector dari Milano.
Quill dan yang lainnya berlari di landa kepanikan sambil menyelidiki, dan mereka semua mendapati Rocket sedang menjelaskan bahwa Drax the Destroyer tengah mengarahkan Eclector Hadron ke pesawat induk Ravengers
dan mengancam akan meledakkannya apabila Quill dan Gamora tidak dibebaskan. Roket memberi penghitungan mundur singkat sampai Drax menembak, untungnya Quil berhasil meredakan situasi tepat pada waktunya.
Bersatu kembali dengan tim.
"Ketika aku melihat ke sekeliling kita semua, tahukah kalian apa yang ku lihat? Sekelompok Pecundang! Maksudku seperti ... orang orang yang telah kehilangan segala yang dimilikinya.
Bung, yang kita miliki saat ini hanyalah kebersamaan itu sendiri. kita adalah Rumah itu sendiri, kita juga keluarga itu sendiri.. (Star Lord).
Kembali ke Milano, Quill memarahi Rocket, Groot dan Drax tentang usaha konyol mereka operasi penyelamatan melawan Yondu, di mana mereka akan menghancurkan kapal jika Yondu tidak menyerahkan Quil dan Gamora hanya dalam waktu lima detik.
Quill mengatakan kepada kelompok tersebut bahwa dia memiliki rencana untuk menghentikan Ronan karena mereka tidak bisa mundur begitu saja saat Ronan membunuh miliaran orang yang tidak bersalah dalam usaha menghancurkan Xandar.
Rocket berpendapat bahwa rencana mereka berarti kematian bagi mereka semua. Namun seluruh kelompok setuju dan bersedia mempertaruhkan hidup mereka untuk menghentikan Ronan.
Dengan anggota tim lainnya, Quill keluar dengan sebuah rencana dan merekrut bantuan Ravagers, Yondu memberi tahu Quill bahwa jika dia tidak memberinya batu infinity di akhir pertempuran, dia akan membunuh Quil. Star Lord kemudian menelepon Rhomann Dey dan menceritakan rencananya juga meminta bantuan pihak Nova Corps.
Battle of Xandar
"Rencana mu ini benar-benar gila. "
"Hei, kaulah yang bilang sendiri kau ingin mati di antara sahabat". (Gamora dan Star-Lord).
Ronan tiba di Xandar bersama Dark Aster dan ribuan pasukan tentara Sakaaran. Quil beserta sepasukan Ravengers menghadang dan menghadapi mereka dalam ajang pertempuran,
Sementara Kraglin bersama Rocket diam diam membuat lubang di sisi Pesawat Dark Aster sehingga memungkinkan bagi Yondu dan Quil menyusup masuk.
Pesawat Yondu tertembak dan terpaksa harus mendarat darurat, selama sesaat keadaan serasa mustahil bagi mereka untuk mengalahkan pasukan Ronan. Namun akhirnya Nova corps tiba di lokasi, sehingga Quil memiliki kesempatan untuk mendaratkan pesawat di dalam dark Aster.
Dengan keahlian Nova Corps yang berhasil menciptakan dinding pembatas sehingga mampu menahan Dark Aster, Quil, Groot, dan Drax menemukan jalan mereka untuk menghadapi Ronan, sementara Gamora berhadapan dengan Nebula.
Dalam perjalanan, selanjutnya mereka dihadang oleh sepasukan Sakaaran yang dipimpin oleh Korath the Pursuer. Dalam perkelahian sengit, Drax berhasil membunuh Korath, dan menembakkan Hadron Enforcer pada Ronan, namun ternyata tak berpengaruh apa apa kepadanya.
Selama beberapa saat, baik Star Lord maupun Drax sama sekali bukan tandingan Ronan. Drax nyaris terbunuh dicekik oleh Ronan, namun selamat berkat kemunculan Rocket yang menabrakkan pesawat miliknya, mengakibaktan kerusakan fatal pada pesawat induk Dark Aster sehingga terancam jatuh ke tanah.
Quil menarik keluar Rocket dari bangkai pesawat miliknya, dan bergabung kembali bersama tim. Percaya Ronan sudah tewas dan berikutnya nyawa mereka juga akan segera berakhir begitu pesawat Dark Aster menabrak daratan.
Memilih mengorbankan diri dan melindungi teman temannya dari pada tak ada yang selamat sama sekali, Groot menciptakan kubah pelindung dengan menggunakan tubuhnya sendiri. Kubah ini mampu meredam tabrakan ekstrim sehingga menyelamatkan Guardian lainnya, sementara Groot harus kehilangan nyawanya.
Begitu Dark Aster menabrak daratan, mengakibatkan kerusakan fatal disekitarnya, Para Guardian of Galaxy selamat, kecuali Groot, namun pada akhirnya menyadari ternyata Ronan kembali muncul dari dalam puing puing sisa pesawat Dark Aster.
Pengorbanan diri
"Kau sendiri yang mengatakan ini berengsek.. Kami Guardian of Galaxy". (Star Lord Pada Ronan the Accuser.)
Ronan mulai menghina dan merendahkan Kelompok tersebut. Dengan menyebut mereka "Guardian of Galaxy" nyatanya semua orang setuju dengan julukan itu.
Begitu Ronan tengah bersiap menggunakan Infinity Stone untuk membinasakan seluruh Xandar, Quil melihat bahwa sudah tak ada lagi jalan lain untuk mengalihkan perhatian Ronan,
Quil mulai menari diiringi lagu " O-o-h Child " oleh Five Stairsteps bahkan menantang Ronan untuk berdansa menghadapi dirinya.
Selama Ronan memandang Quil dengan penuh kebingungan, hal ini memberi kesempatan bagi Drax dan Rocket untuk memperbaiki kembali Hadron Enforcer, dan menggunakannya untuk menembak hancur Palu milik Ronan, mengakibatkan infinity Stone melayang di udara.
Bermaksud mengorbankan diri, Quil menangkap infinity Stone, mendahului Ronan, mencegahnya jatuh ke tanah.
Radiasi Batu itu mulai perlahan mencabik cabik tubuh Quil, memberinya pengalaman paling menyakitkan yang pernah dia alami. Ronan tersenyum keji menyaksikan penderitaan Quil.
Gamora datang dan meminta Quil untuk meraih tangannya, mendengar kata kata Gamora, mengakibatkan Quil mengalami halusinasi sesaat dan melihat mendiang ibunya meminta quil untuk menggenggam tangannya.
Sekali lagi tersadar terbebas dari halusinasi dan akhirnya Quil menggenggam tangan Gamora
Melihat kedua rekannya menanggung beban luar biasa, Drax meraih bahu Quil membagi beban tersebut pada dirinya juga, diikuti oleh Rocket yang memegang salah satu jarinya.
Gabungan dari keempatnya mampu menstabilkan energi radiasi infinity stone, dan sukses mengendalikan kekuatan batu infinity tersebut. Ronan menyaksikan kejadian itu dengan takjub, menolak mempercayai apa yang telah dilihat. Mempertanyakan bagaimana itu bisa terjadi,
Quil hanya menjawab "Kami adalah Guardian of Galaxy". Mereka berempat kemudian memusatkan energi radiasi infinity Stone dan menembakkannya seketika pada Ronan, membuatnya lenyap tak tersisa pada saat itu juga.
Setelah perang usai, dengan tewasnya Ronan beserta pasukannya, Yondu menagih janji dan meminta infinity Stone dari tangan Quil. Quil memperingatkan akan lebih aman apabila batu infinity diserahkan pada pihak Nova corps, dan memberikan sebuah orb, yang sesungguhnya berisi boneka Troll.
Sebelum Ravengers meninggalkan Xandar, mereka beranggapan bahwa memilih untuk tidak menyerahkan Quil pada ayahnya ternyata adalah keputusan yang tepat.
Quil berbicara pada Gamora bahwa biar bagaimanapun, ia tak menginginkan kematian para Ravengers, karena mereka satu satunya keluarga yang dimiliki Quil. Gamora menjawab bahwa itu keadaan sudah tak seperti itu lagi.
Quil menyerahkan Orb yang berisi infinity Stone pada pihak Nova Corps.
Menjadi Guardians of the Galaxy
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, hal yang baik, sesuatu yang buruk? Sedikit keduanya?"
"Kami akan mengikuti kepemimpinanmu Star Lord."
"Sedikit dari keduanya." (Star Lord dan Gamora).
Kelompok yang dipimpin Quil, saat ini telah dikenal dengan sebutan Guardian of Galaxy, catatan kriminal mereka telah dihapuskan oleh Nova Corps berkat balas jasa karena telah menyelamatkan Xandar.
Quil juga mempelajari fakta ternyata ia hanyalah setengah manusia. ayahnya sendiri berasal dari ras mahluk luar angkasa kuno, dan atas alasan itulah, ia mampu bertahan memegang Infinity Stone tanpa berakhir terbunuh.
Quil akhirnya membuka hadiah terakhir pemberian ibunya, yang isinya adalah kaset tape kedua berisi lagu lagu favorit mendiang sang ibu. Guardian mendapatkan kembali pesawat Milano yang telah direnovasi, didalamnya terdapat pot berisi serpihan tubuh Groot yang sepertinya sudah mulai tumbuh kembali.
Bertarung di Sovereign
"Saatnya pertunjukan semuanya! Ini akan segera tiba disini dalam beberapa menit." (Star Lord).
Beberapa bulan setelah kejadian pertempuran Xandar, pendeta tertinggi Ayesha yang tak lain ialah pemimpin bangsa Sovereign, mendengar kisah kepahlawanan Guardian of Galaxy.
Ayesha memghubungi pihak Guardian dan memberi mereka misi untuk melindungi baterai Anulax miliknya dari ancaman mahluk multi dimensi Abilisk.
Dalam misi membunuh mahluk multidimensi itu, para Guardian dihajar habis habisan oleh makhluk bertentakel Abilisk, hingga Quil dan Rocket memaksa si monster melihat ke atas, sehingga memungkinkan bagi Gamora untuk merobek bekas luka di lehernya, dan membunuhnya.
Berikutnya Guardian mendapatkan bayaran mereka atas kesuksesan menyelesaikan misinya, dengan menyerahkan buronan Nova corps yaitu Nebula. Selama perbincangannya dengan Star Lord, mengenai masalah proses reproduksi alami,
Ayesha juga mengeluarkan komentar negatif mengenai status Hybrid yang disandang Quil, Menyebut Star Lord sebagai hasil keturunan yang tidak jelas. Sekali lagi hal ini membuat Peter Quil bertanya tanya "siapa sesungguhnya sosok ayahnya?"
Begitu mereka meninggalkan Sovereign, Quil meminta maaf pada Gamora karena telah merayu pendeta tertinggi Ayesha, namun tampaknya Gamora tak perduli sama sekali. Drax si penghacur menasehatinya, bahwa Gamora bukanlah pasangan yang tepat untuk Quil, menyatakan Quil adalah seorang penari, sementara Gamora tidak.
Para Guardian of Galaxy berikutnya diserang oleh sepasukan pesawat tempur Sovereign, yang sepertinya telah menyadari bahwa Rocket mencuri baterai Anulax milik mereka. Star Lord kemudian terlibat pertengkaran dengan Rocket mengenai siapa yang lebih pantas menerbangkan Milano.
Sama sekali tak menyadari diri mereka telah masuk jebakan Sovereign. Sebelum mereka terbunuh, sebuah pesawat Oval misterius meledakkan seluruh armada tempur Sovereign. Namun Akibat kerusakan fatal yang diderita Milano, para guardian harus mengalami pendaratan darurat di sebuah planet.
Bertemu Ego
"Setelah semua tahun tahun ini aku menemukanmu"
"Dan siapa sebenarnya kau?"
"Aku rasa tampilanku yang tampan ini dapat membuat segalanya jadi jelas. Namaku adalah Ego, dan aku adalah ayahmu Peter." (Ego dan Peter Quil).
Dengan jatuhnya Milano di Berhert, Guardian of Galaxy keluar dari kapal dan mulai saling menyalahkan siapa yang paling pantas menanggung semua kesalahan yang terjadi. Star Lord dan Rocket kembali terlibat pertengkaran dan saling melempar kesalahan satu sama lainnya.
Selama mereka saling melempar argumentasi, para Guardian terganggu oleh kedatangan penyelamat mereka, yang tak lain ialah Ego bersama asistennya Mantis. Ketika ditanya siapa sesungguhnya dirinya, Ego mengungkapkan dirinya adalah ayah biologis Quil yang telah lama hilang.
Kelompok tersebut kemudian membuat acara berkemah dadakan lengkap dengan api unggun sambil saling bertukar cerita. Ego menceritakan sesungguhnya ia telah mencari dan berusaha menemukan Quil sudah sejak lama. Bahkan ia sempat mempekerjakan Yondu Udonta beserta Ravengers miliknya,
Untuk membawa Quil kembali kepadanya. Namun entah apa sebabnya Yondu gagal melakukannya. Namun ketika di tanya bagaimana ia bisa menemukan Quil beserta Guardian of Galaxy saat ini,
Ego mengaku dirinya banyak mendengar kabar tentang kemenangan Star Lord yang mampu mengalahkan Ronan the Accuser dalam kejadian pertempuran Xandar. Ego bermaksud mengajak Quil pulang ke planetnya dan mengungkapkan ia ingin menjadi sosok ayah yang baik bagi Peter Quil, yang sudah sejak lama diimpikannya.
Meskipun Quil sama sekali tak mempercayai Ego, Gamora beranggapan sebaiknya Quil pergi bersama Ego sehingga ia bisa mempelajari kebenaran yang sesungguhnya.
Mengambil keputusan yang beresiko tinggi, dengan pergi bersama Ego untuk mencari tahu apakah Ego menceritakan kebenaran, hari berikutnya Drax the Destroyer bersama Gamora ikut serta menemani Quil.
Ketiganya dan juga Mantis, diangkut menggunakan pesawat ruang angkasa milik Ego. Namun Rocket dan juga Groot tetap berada di Berhert, untuk berjaga supaya Nebula tak melarikan diri, sambil memperbaiki Milano.
Selama berada dalam kapsul angkasa milik Ego, Quil menyaksikan Mantis menggunakan kemampuan khusus miliknya, untuk membantu Ego tertidur.
Mantis menjelaskan kemampuannya yaitu empati, yang memungkinkan Mantis merasakan perasaan orang yang disentuhnya.
Mantis menjelaskan kemampuannya yaitu empati, yang memungkinkan Mantis merasakan perasaan orang yang disentuhnya.
Sebagai demonstrasi Mantis menyentuh tangan Quil dan mengungkapkan perasaan terdalam Quil, perasaan cinta yang ditujukan untuk Gamora dan membeberkannya terhadap semua orang yang ada di ruangan saat itu.
Drax tak dapat menahan tawa Histerisnya akibat mendengar pengakuan Mantis yang begitu polosnya. Menurutnya, Mantis sudah membongkar rahasia tergelap Quil yang semestinya Quil merasa sangat malu karenanya.
Quil Menuding ekspresi Drax terlalu berlebihan, kemudian bersikap defensif untuk menyembunyikan rasa malunya.
Begitu mereka berempat tiba di planet Ego, Ego menjelaskan dirinya adalah seorang Celestial dan menunjukkan bagai mana asal usulnya. Disana terungkaplah bahwa Ego adalah planet itu sendiri, sementara tubuh manusianya hanyalah tubuh Avatar yang dia pergunakan untuk menjelajahi galaksi sekaligus berinteraksi dengan bentuk kehidupan lainnya.
Begitu mereka berempat tiba di planet Ego, Ego menjelaskan dirinya adalah seorang Celestial dan menunjukkan bagai mana asal usulnya. Disana terungkaplah bahwa Ego adalah planet itu sendiri, sementara tubuh manusianya hanyalah tubuh Avatar yang dia pergunakan untuk menjelajahi galaksi sekaligus berinteraksi dengan bentuk kehidupan lainnya.
Ego juga mengungkapkan dengan gamblang bagaimana proses pertemuan antara dirinya dan Meredith Quil, ibu kandung Star Lord. Ego langsung jatuh cinta kepadanya, dan ia berkali kali mengunjungi Bumi.
Quil kemudian bertanya kepada Ego mengapa ia pergi meninggalkan ibu Quil begitu saja, dan dijawablah oleh Ego karena ia harus kembali ke tubuh planetnya secara berkala jika tidak tubuh Avatarnya akan musnah mengingat berada terlalu jauh dari tubuh aslinya.
Quil sempat diajarkan bagai mana cara membangkitkan kemampuan Celestial yang ada di dalam dirinya, memungkinkannya menciptakan apapun yang ia inginkan. Quil memulai dengan menciptakan sebuah bola energi kecil, kemudian bermain tangkap bola bersama Ego. Membangun hubungan ayah dan anak di antara keduanya.
Sifat asli Ego.
"Sungguh menyakiti hatiku ketika aku menempatkan tumor itu di dalam otaknya".
"Apa?"
"Tidak.., oke, aku tahu itu terdengar jahat."
"$#@÷=%^€£¥..."
"Memangnya kau pikir siapa sesungguhnya dirimu."
"Kau membunuh ibuku."
(Peter Quil dan Ego).
(Peter Quil dan Ego).
Sesudah menghabiskan waktu singkat bersama ayahnya, Quil kemudian membahas berbagai hal dengan Gamora. Sempat mengajaknya berdansa dan berusaha mendorongnya untuk mengungkapkan perasaan terpendamnya, Quil gagal mendapatkan jawaban "apakah ada perasaan diantara mereka yang Gamora menolak untuk menerimanya."
Gamora menyampaikan kecurigaannya terhadap Planet Ego, menurutnya Ego menyembunyikan sesuatu dari mereka. Ia semakin yakin karena Mantis merasakan ketakutan yang teramat sangat, tanpa alasan yang jelas.
Namun Quil malah mempersalahkan Gamora, karena menurutnya Gamora tidak rela berbahagia untuk dirinya. Lebih jauh lagi Quil mengucapkan untuk pertama kali dalam hidupnya Quil bertemu keluarganya, yang langsung dijawab oleh Gamora,
Bahwa dia Kira Quil telah menemukan keluarganya ketika bersama Guardians of the Galaxy lainnya. Setelah mengucapkan itu Gamora pergi meninggalkan Quil akibat sifat arogannya.
Ego datang dengan maksud menghibur Quill setelah itu mengungkapkan bahwa Quil sesungguhnya abadi berkat DNA Celestial yang ada pada dirinya. Ego menawarkan untuk membawanya ke dalam apa yang telah dia kerjakan selama ini. Quill menerima ajakan Ego dan mengikutinya sementara Mantis diam diam menguping pembicaraan mereka.
Kali ini Ego menjelaskan apa yang tidak diungkapkannya sebelumnya. Ketika Ego bertemu bentuk kehidupan lain, baginya itu merupakan suatu hal yang mengecewakan.
Sebelum Ego menjelaskan niat utamanya, ia menempatkan Quil dalam pengaruh hipnotisnya, untuk mencegah Quil melawan kehendaknya.
Tujuan utama penjelajahan Ego adalah untuk menanamkan bagian dari tubuhnya, di setiap planet yang sempat ia kunjungi, hingga akhirnya seluruh semesta menjadi bagian dari dirinya.
Terungkaplah bahwa di setiap planet yang sempat ia kunjungi, Ego selalu menghamili salah seorang wanita dari planet tersebut, untuk memperoleh keturunan. Keturunan yang dimaksud adalah keturunan yang mewarisi DNA Celestial.
Ego mempekerjakan Yondu Udonta untuk menculik anak anaknya dan dibawa ke planet Ego. Dari semua anak keturunan Ego, tak satupun yang mewarisi gen Celestial kecuali Star Lord, sehingga Ego yang kecewa membunuh setiap anak yang dibawa Yondu kepadanya.
Ketika Ego meneriakkan akhirnya untuk pertama kalinya dia tidak sendirian, Quil mulai kehilangan pengaruh hipnotis, dan mulai mempertanyakan teman temannya. Menyadari hal itu, Ego terus berusaha memberikan pengaruhnya, supaya ia tetap terhipnotis.
Ego hampir berhasil, ketika pada akhirnya Quil melayangkan pertanyaan apakah Ego benar benar mencintai ibunya, Ego mengakui ternyata ialah yang bertanggung jawab atas kematian Meredith Quil, dengan menanamkan tumor otak di kepalanya.
Tersadar secara tiba tiba berkat ikatan yang kuat dengan ibunya, Quil menembakkan Quad blaster secara beruntun pada tubuh Avatar Ego
Ego memperbaiki tubuh biologisnya, menyerang Quil dengan Energi Celestial, dan dengan paksa mengaktifkan kekuatan Celestial di dalam dirinya dan memicu bagian-bagian tubuh Ego mulai tumbuh dan menghancurkan planet-planet.
Dia kemudian meremukkan Walkman Quill's sebelum sebuah kapal yang dikendarai oleh Rocket Raccoon dan Yondu menabrak tubuh Avatar Ego hingga hancur.
Mantis, Drax the Destroyer, Gamora dan Nebula tiba untuk menyelamatkan Quill setelah mengetahui motif utama Ego dari pengakuan Mantis.
Pertempuran di planet Ego
"Dengarkan aku!! Kau adalah dewa! Jika kau membunuhku, kau hanya akan menjadi orang normal sama seperti orang lainnya."
"Lalu apa salahnya dengan itu?"
"Tidakkk.." (kata terakhir Ego pada Star Lord).
Mantis menjelaskan satu satunya kelemahan Ego adalah tubuh aslinya yaitu otak yang berada dalam inti planetnya, jadi Star Lord bersama Yondu mengendarai pesawat menembus ke dalam kerak planet ego, dalam usaha untuk membunuhnya.
Mereka sampai hingga pada rongga terdalam planet dan berusaha menembus cangkang pelindung otaknya. Mencoba menyelesaikan misi mereka secepat mungkin, karena tahu tak akan memerlukan waktu lama bagi Ego untuk menemukan mereka.
Tanpa bisa dihindari sepasukan pesawat tempur Sovereign muncul dan berusaha membinasakan Guardian of Galaxy, dengan menembaki pesawat yang dikendarai Quil dan Yondu. Mengakibatkan Gamora, Mantis, dan Drax jatuh mendarat di atas permukaan planet Ego.
Mantis berhasil menahan amukan Ego dan menidurkannya dengan keahlian empati miliknya untuk sementara waktu. Sedangkan Rocket dan Groot terbang menuju inti otak Ego, untuk menanamkan Bom hasil rakitannya dengan baterai Anulax curian sebagai bahan baku utamanya.
Star Lord sibuk mempertahankan pesawat mereka dari ancaman para Sovereign begitu juga Yondu Udonta di dampingi Nebula berperan sebagai Pilot.
Rocket frustasi dalam usaha kerasnya mengajarkan Groot cara mengaktifkan bom dengan benar supaya memberi mereka waktu 5 menit, untuk menyelamatkan diri sebelum terjadi ledakan, dan bukannya meledakkan mereka seketika itu juga.
Rocket frustasi dalam usaha kerasnya mengajarkan Groot cara mengaktifkan bom dengan benar supaya memberi mereka waktu 5 menit, untuk menyelamatkan diri sebelum terjadi ledakan, dan bukannya meledakkan mereka seketika itu juga.
Sempat memperdebatkan masalah "plaster" untuk menutupi tombol mematikan, namun Groot kecil berlari pada saat itu juga menuju inti otak Ego tanpa memperdulikan apa yang baru saja diajarkan Rocket.
Quil kembali berpartisipasi dalam ajang "Tembaki pesawat tempur Sovereign", hingga akhirnya terkena tembakan dan jatuh terpental dalam pesawat yang dikendalikan Yondu dan Nebula.
Nyaris tewas terbunuh, Nebula mengkonversi dirinya sendiri menjadi generator pesawat, sehingga memungkinkan Yondhu menembakkan Laser Beam kesegala arah dari setiap inci pesawat miliknya sehingga mereka mampu meledakkan seluruh Pesawat tempur Sovereign.
Mengalami rusak parah, pesawat yang dikendarai Yondu, Nebula dan Quil, hancur berkeping keping, namun ketiganya berhasil menyelamatkan diri. Yondu dan Quil mendarat secara heroik, menggunakan metode mereka masing masing.
Quil menyebut Yondu seperti seorang "Mary Poppin." Yondu bertanya balik apakah Mary Poppin itu keren? Quil menjawab "Hell yeah."
Yondu berseru dengan lantang "Aku Mary Poppin y'all." Tanpa tahu siapa itu Mary Poppin.
Mantis tertimpa serpihan bangkai pesawat dan pingsan karenanya. Ego secara otomatis terbebas dari efek Empati, dan mulai bangkit dengan begitu mudahnya menaklukkan setiap Guardian Of Galaxy.
Sekali lagi menjerat Quil dan menyebabkannya mengaktifkan fase teraform, memicu kiamat di setiap planet. Berkat penjelasan singkat dari Udonta, serta ikatan kuat antara dirinya beserta sahabat dan juga ibunya, Quil berhasil mengendalikan sisi Celestial di dalam dirinya.
Sekali lagi menjerat Quil dan menyebabkannya mengaktifkan fase teraform, memicu kiamat di setiap planet. Berkat penjelasan singkat dari Udonta, serta ikatan kuat antara dirinya beserta sahabat dan juga ibunya, Quil berhasil mengendalikan sisi Celestial di dalam dirinya.
Fase Teraform terhenti dan Quil mulai berhadapan dengan Ego kali ini sebagai lawan yang setara. Quil berhasil menciptakan sarung tinju raksasa dari serpihan batu, dan mulai terbang menyambar Ego dan menghantam wajahnya berkali kali dengan itu.
Semua sahabatnya baik itu Yondu, Nebula, Gamora, Rocket, Drax dan Mantis beserta Groot yang tadinya terjerat cengkraman Ego, berhasil selamat.
Perkelahian sengit tingkat Celestial antara ayah dan anak tak dapat terelakkan. keduanya saling menghantam satu sama lainnya. Ego menciptakan versi raksasa avatar dirinya dari bebatuan, sedangkan Quil menciptakan Pacman Raksasa menyelubungi dirinya.
Keduanya
Keduanya akhirnya menderita kelelahan, Ego dengan marah mencoba memohon kepada Quill untuk bekerjasama setelah menyadari ada bom tertanam di otaknya yang memaksa Ego mengatakan bahwa apabila Ego mati, kekuatan celestial Quil akan hilang dan dia hanya akan menjadi manusia biasa.
Quill menyatakan bahwa dia tak keberatan menerima kenyataan ini, sangat membuat ayahnya terpukul. Quil menahannya saat bom dalam otak Ego meledak, membunuh Ego dan dengan sedih menyaksikan saat avatar ayahnya musnah dalam pelukannya, sementara kekuatan Celestial pada diri Quil tampak mulai memudar.
Pengorbanan Yondu
Tanpa esensi Ego, planet tempat mereka berpijak mulai runtuh dan hancur dengan sendirinya. Sebuah kapal yang dikemudikan oleh Kraglin Obfonteri menyelamatkan para Guardian lainnya meninggalkan Quill yang masih terdampar dalam inti planet Ego.
Yondu Udonta menyelamatkan Quill dengan sebuah Rig Aero, mengatakan kepadanya bahwa Ego mungkin adalah orang tua kandungnya, tapi dia bukan "ayah" -nya sebelum memberinya satu-satunya Holographic Space Suit dan terbang melesat menuju ruang hampa meninggalkan planet yang hancur hingga sekarat dalam ruang angkasa.
"Antara Yondu maupun David Hasselhoff keduanya terlibat petualangan hebat dan berkencan dengan wanita seksi dan juga terlibat pertempuran melawan robot. Aku rasa David Hasselhoff memang pada akhirnya menjadi sosok ayah bagiku, dan ia tak lain adalah dirimu, Yondu." (Ucapan terakhir Quil untuk Yondu Udonta).
Setelah kematian Yondu Udonta, akhirnya Quil menyadari ternyata dialah figur "ayah" terbaik yang pernah Quil miliki seumur hidupnya, sesuatu yang dicari cari Quil selama ini sesungguhnya ada didekatnya.
Sesudah mengucapkan kata kata perpisahan terakhir, jasad Yondu kemudian dimakamkan dengan gaya pemakaman Khas Ravengers, yaitu dengan cara dibakar disaksikan oleh seluruh anggota Guardian of Galaxy, yang pada saat itu juga termasuk Nebula, Mantis, dan juga Kraglin Obfonteri.
Tak hanya Guardian of galaxy, para rekan Ravengers lainnya, yang sempat terpecah konflik, kali ini kembali bergabung dalam acara pemakaman Ravengers tersebut. Setiap rekan Ravengers mengucapkan kata kata terakhir pada Yondu Udonta dengan penuh kehormatan. Berbagai kembang api dilepaskan untuk menandai kepergian Yondu.
Obfonteri kemudian memberi Quil Zune, yaitu pemutar musik modern yang tengah trend di planet Bumi, dibelikan oleh Yondu untuk Quil apabila sesekali dirinya merindukan rumah. Mp3 player tersebut berisi 300 track lagu lagu kesukaan orang bumi.
Quil kemudian memberikan panah Yaka senjata andalan Yondu pada Obfonteri, yang dirasa ia pantas memilikinya.
Quil kemudian mendengarkan lagu lagu dari mp3 player barunya Zune bersama Groot kecil, dan pada saat inilah, Ravengers lain tiba berkat pesan yang dikirim Rocket, yang memberitahukan mereka tentang pengorbanan Yondu Udonta.
Mereka menerima kembali Yondu sebagai salah satu bagian dari Ravengers dengan ucapan salam penghormatan terakhir dipimpin oleh Stakar Ogord.
Quill dan Guardian lainnya menyaksikan saat Udonta dihormati dengan pemakaman Ravager dan Gamora mengisyaratkan kepada Quill bahwa dia mungkin akan mengakui perasaannya pada Quil, dengan Gamora merangkul Quil.
Groot mulai tumbuh Remaja.
"Aku tidak membosankan, kaulah yang membosankan. Kau tahu apa yang membosankan, adalah Duduk di sana dan memainkan permainan yang meracuni pikiran itu. Apa yang membosankan adalah ketika aku tersandung akar tanamanmu setiap hari. Aku tidak membosankan. "
"Aku Groot."
"Oke sekarang aku tahu seperti apa perasaan Yondu." (Peter Quill dan Groot).
Setahun kemudian Quil mengingatkan Groot yang saat ini telah tumbuh remaja, untuk membersihkan kamarnya dan berhenti membuang buang waktu dengan memainkan Video game.
Groot kemudian memperlihatkan sikap yang sama persis seperti Quil ketika ia masih remaja. Akhirnya Quil Menyadari ternyata seperti itulah perasaan Yondu ketika menghadapi Quil versi anak remaja.
Kepribadian
Peter Quill diculik dari bumi oleh kelompok pencuri dan penyelundup yang dikenal dengan sebutan Ravagers. Pemimpin mereka, Yondu Udonta mengangkat Quill sebagai anak dan mengajarkan kepadanya bagaimana cara bertahan hidup di luar angkasa yang luas serta, Yondu juga mengajarkan cara cara menjadi pencuri profesional.
Peter Quill secara alami adalah sosok yang ceria dan cenderung sarkastik. ia dikenal dengan sikap baiknya yang dominan, Quil juga kental dengan segala atribut budaya yang berbau pop Bumi di tahun 1980han.
Ia sangat over protektif terhadap Sony Walkman pemberian mendiang ibunya. Terbukti dalam beberapa kesempatan, seperti ketika Quil ditahan dipenjara Kyln, serta pasca misi melarikan diri dari penjara Kyln.
Dalam kesempatan lain, Quil menyimpan kemarahan yang begitu besar pada Ego, karena telah berani merusak Walkman miliknya terlebih membunuh ibunya.
Sebelum ia tergabung dengan Guardian of Galaxy, Quil menjalani kehidupan selayaknya seorang kriminal. Tak segan melakukan pekerjaan ilegal bahkan terlibat tindak pembunuhan, seperti usahanya dalam menghabisi Korath, karena telah berani menghalangi jalannya untuk mencapai tujuan pribadinya.
Meskipun demikian, Quil termasuk sosok pribadi yang bertanggung jawab, serta tahu benar apa yang dirinya perbuat. dia hanya menyerang seseorang apabila dia
Merasa terancam ataupun orang atau pihak tersebut tak bisa di ajak bernegosiasi secara baik baik.
Merasa terancam ataupun orang atau pihak tersebut tak bisa di ajak bernegosiasi secara baik baik.
Hal ini Terbukti benar ketika Quil harus merebut kembali Sony Walkman kesayangannya dari tangan penjaga penjara Kyln. Quil tidak membunuh penjaga tersebut meski ia bisa, melainkan ia hanya melumpuhkan mereka untuk sementara waktu.
Ini juga menunjukkan bahwa dia hanya akan membunuh dalam kondisi terpaksa atau dalam pertempuran dengan musuh yang berada di luar batas hukum, seperti orang-orang selevel teroris misalnya Ronan dan Korath. Dia sangat teliti terhadap tindakan fisiknya, yang mencegahnya untuk bersikap impulsif karena dia selalu sadar akan bahaya tindakannya, terutama dalam pertempuran.
Quil memiliki sisi kepahlawanan yang lebih dominan. Ia berani bertindak nekat meskipun hal itu akan membahayakan nyawanya. Contohnya ketika ia menyelematkan Gamora dari ruang hampa. Quil rela memberikan Space helmet miliknya untuk Gamora, dan menerima kenyataan bahwa ia bisa mati kapan saja akibat aksinya tersebut.
Quil mampu memancarkan sisi karismatik di dalam dirinya, hingga mempengaruhi orang lain untuk mengikuti kepemimpinannya. Meskipun semua rekan Guardiannya adalah para mantan penjahat, Quil mampu membimbing mereka ke jalan yang lebih baik.
Seperti sahabatnya Drax yang dulunya dijuluki si penghancur, Drax bukan hanya mampu membalaskan dendam anak dan istrinya, namun juga ia berhasil menghapus segala catatan kriminalnya, bahkan menjadi sosok pahlawan bagi Xandar.
Itu semua berkat persahabatannya dengan Star Lord. Kasus yang sama pula berlaku pada Gamora dan Rocket.
Karena dibesarkan sebagai anak oleh ras alien, kemungkinan ia tidak menyadari betapa lemahnya ras manusia dibandingkan dengan jenis makhluk lainnya. Quil juga tidak pernah menyadari statusnya
sebagai setengah mahluk asing dan menganggap ketahanan fisiknyanya yang tergolong melebihi level manusiawi merupakan hal yang normal bagi semua makhluk.
Kekuatan dan kemampuan
Kekuatan
"Dengarkan aku! Kau adalah Dewa! Jika kau membunuhku, kau hanya akan menjadi orang biasa seperti kebanyakan orang lainnya!"
"Apa salahnya dengan itu?"
"Tidakk.." (kata kata terakhir Ego pada Star Lord).
Fisiologi Hybrid : Karena warisan genetiknya, dia adalah setengah Celestial dan sebagian manusia, memberinya kemampuan manusia super. Ego menjelaskan kepadanya bahwa selama Light of the Planet, yang merupakan esensi Ego, masih hidup, Peter Quill memiliki kekuatan Celestial. Namun, setelah meninggalnya Ego, Quill hanya akan menjadi manusia biasa saja.
Daya tahan super: berkat warisan Genetik milik Ego, Quill mampu menahan secara fisik energi radiasi mematikan dari Infinity Stone. Dia memegang Power Stone untuk waktu yang lama dan masih tetap hidup sesudahnya, serta mampu memanfaatkan kekuatannya saat berbagi beban infinity Stone bersama Guardian lainnya.
Quill sendiri juga mengaku bahwa ia mampu menerima banyak luka fisik ketika masih bekerja bersama Ravagers, meskipun demikian tidak ada alasan yang cukup masuk akal untuk menimbulkan kecurigaan bahwa dirinya adalah setengah Celestial.
Bekas kekuatan yang sempat dimiliki
"Nah, bersiaplah untuk patung Pac-Man setinggi 800 kaki dengan Skeletor dan Heather Locklear". (Star Lord gembira atas kekuatan Celestial barunya).
Manipulasi Molekul : Saat melawan Ego, dorongan motivasi dari Yondu Udonta memungkinkan Star-Lord menyadari kemampuannya untuk memanipulasi materi. Quil menggunakannya untuk mendorong dirinya ke udara dengan kecepatan tinggi.
Dia juga mampu membangun benda dan senjata dari materi, seperti sarung tangan batu untuk memukul ayahnya dan kemudian dia menyelimuti dirinya menjadi raksasa Pac-Man untuk melawan raksasa yang diwujudkan oleh ayahnya.
Manipulasi Energi : Saat berada di planet Ego, Ego mengajarkan kepadanya bagaimana memanipulasi energi dan bagaimana menggunakannya untuk menciptakan konstruksi padat dengan menarik energi dari planet ini. Dia pernah membuat sebuah bola energi untuk bermain tangkap bola bersama ayahnya, seperti yang selalu diimpikan Quil sejak lama.
Quil juga mampu menyalurkan energi ke kepalan tangannya, yang dapat menghasilkan pukulan super seperti yang ia lakukan ketika menghadapi Ego.
Self-Augmentation : Dia menggunakan hubungannya dengan Light of the Planet untuk meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahannya sampai pada titik di mana dia nyaris kebal terhadap serangan fisik, yang memungkinkannya untuk dengan mudah menghancurkan sebuah batu dan bertahan ketika menabrak tanah dengan kecepatan seperti peluru.
"Kematian akan selalu menjadi suatu yang asing bagi kita berdua, selama cahaya dalam planet ini tetap menyala". (Ego pada Star-Lord).
Keabadian: Saat bertempur melawan ayahnya Ego, Ego mengatakan kepadanya bahwa selama esensi Ego masih hidup, Star-Lord sendiri tidak akan pernah mati.
Kemampuan
Ahli pertarungan jarak dekat : Quill adalah tipe karakter yang ahli dalam pertarungan jarak dekat. Dia mampu membela diri ketika berhadapan dengan Gamora, seorang pembunuh profesional yang dilatih oleh Thanos. Dia menggunakan dual blaster sebagai senjata jarak dekat untuk menyerang dan menjatuhkan musuh-musuhnya. Seperti yang ia lakukan ketika berhadapan dengan tentara Kyln.
"Aku ditangkap oleh orang ini beberapa waktu yang lalu ketika dalam misi pencurian singkat. Dia dikenal dengan nama Rhomann Dey".(Star Lord).
Ahli Pencuri: Dibesarkan oleh Ravagers, Quill menguasai keahlian mencuri dan melarikan diri tingkat profesional. Meskipun Star-Lord memiliki catatan kriminal, ternyata pencurian bukanlah salah satu tuduhan yang dimilikinya, meskipun Rhomann Dey sempat menangkapnya akibat melakukan tindak pencurian kecil-kecilan.
Ahli persenjataan: Quill berpengalaman menggunakan berbagai senjata dari seluruh galaksi, tapi dia lebih nyaman menggunakan Quad Blasters miliknya sendiri, yang terbukti sangat efisien untuk dirinya sendiri.
Dia juga mampu mengoperasikan senapan Kyln Guard, senjata yang sebelumnya tidak dia duga nantinya harus dipergunakan, dan dengan leluasa menembak dan menghancurkan pesawat Drone dengan senapan itu.
Ahli akrobatic : Quill sangat atletis dan memiliki ketangkasan, refleks, dan koordinasi tingkat tinggi, yang terutama memungkinkannya melakukan parkour dan free running tanpa kesulitan sama sekali. Refleks tingkat ekstremnya memungkinkannya untuk dengan mudah menangkap makhluk kecil yang mencoba menggigitnya saat dia memakai headphone dikepalanya.
Dia bisa melompat beberapa meter melintasi jurang, berguling sambil meluncur di dalam kapalnya langsung menuju ke kokpit.
Master Pilot: Quill adalah pilot kapal antariksa yang profesional. Dia terlihat menggunakan keterampilan ini untuk melarikan diri dari Korath dan pasukannya di Morag.
Menguasai banyak bahasa: setelah menghabiskan banyak waktu bersama Groot, Quil belajar cara mengartikan kata kata Groot, sehingga apa yang didengarnya bukan sekedar "I am Groot". Ini bukan termasuk kekuatan, namun lebih seperti seberapa jauh mereka saling mengenal satu sama lainnya.
Equipment
Hadron Enforcer : Di desain dan diciptakan langsung oleh Rocket Racoon, senjata ini mampu menembakkan ledakan radiasi nuklir, yang hanya akan mengenai sasaran yang ditembakkan.
Seberapa luas daya ledakan bergantung pada target itu sendiri.
Rocket mengklaim dengan benda itu ia bisa menghancurkan bulan. Dia sempat mengerjakan senjata tersebut dan para Guardian berencana membunuh Ronan the Accuser dengan Hadron Enforcer, namun senjata itu tak mampu melakukannya.
Quad Blasters: Quill membawa dua senjata pelontar energi langsung dalam bentuk pistol. Mereka masing-masing memiliki dua pelatuk untuk indeks dan jari tengah masing-masing untuk memicu laras atas dan bawah, dengan laras peluru petir bagian bawah dan laras teratas menembakkan peluru atau ledakan yang berapi-api.
Laras bagian atas berfungsi untuk menembakkan peluru mematikan, yang dapat mengakibatkan target terbunuh secara seketika ataupun terpental kebelakang, bagi lawan yang memiliki daya tahan super.
Sedangkan laras bawah berfungsi untuk menembakkan elektrisitas dan berefek pada lumpuhnya target secara sementara.
Quil sempat menggunakan dual blaster miliknya sebagai media melee attack. Sperti contohnya ketika ia menghantam bagian belakang kepala Penjaga Kyln.
Quil juga mampu melakukan melee attack bersamaan ketika menambakkan Quad blaster, Menghasilkan pukulan yang jauh lebih mematikan bagi lawannya.
Energy Bolas: Versi hi-tech dari senjata lempar kuno yang terbuat dari bobot di ujung kabel energi yang saling berhubungan, dirancang untuk menangkap sasaran dengan melibatkan kaki mereka. Selama Attack di Peter Quill, Star-Lord menggunakan Bolas ini untuk mencoba dan menaklukkan Gamora, meski dia dengan cepat melarikan diri.
Items
Helm: Quill memakai helm yang memiliki sistem comm internal. Helm ini memungkinkan dia untuk bernafas dalam ruang hampa udara. Saat menekan tombol di sisi kepalanya, energi biru muda membungkus wajah dan bagian belakang kepalanya, dan menjadi helm.
Jet Boot Attachments: Quill memiliki jet yang menempel pada sepatu botnya untuk menciptakan sepatu jet, sementara dia mengaktifkannya dengan tombol di kakinya. Attachment jet bisa berputar ke segala arah dan bisa digunakan untuk mendorongnya melewati udara dengan kecepatan tinggi, meski begitu, gadget ini tidak mendukung penerbangan berkelanjutan dan hanya membantu menambah daya lompatan dan melayang selama sesaat beberapa meter di atas permukaan tanah.
Mereka juga bisa digunakan untuk terbang di luar angkasa yang dalam karena kurangnya gravitasi dan berat badan yang berkurang menghilangkan keterbatasan yang mereka alami di lingkungan gravitasi normal.
Quill melakukan improvisasi teknologi sebagai senjata dengan menempelkan salah satu dari mereka pada musuh yang berhadapan dengannya dan mengaktifkannya, yang menyebabkan target terdorong dan terlempar mundur.
Penerjemah Implan: Star-Lord memiliki penerjemah yang ditanamkan di lehernya yang membantunya memahami banyak bahasa dari hampir semua spesies yang dikenal di alam semesta.
Star-Lord uniform : Seragam ini melindungi Quill dari efek suhu nol mutlak dari ruang angkasa Begitu juga dalam ruang hampa udara.
Aero-Rigs: Peter menggunakan salah satu paket jet Rocket Raccoon seperti perangkat yang seolah-olah terbang di udara, memberinya mobilitas yang hebat dalam pertempuran. Tidak seperti jet boot-nya, Aero-Rig memungkinkan Quill melanjutkan penerbangan ke ketinggian manapun.
Plasma Sphere: Salah satu gadget dan senjata Peter Quills mirip kaca yang menyerupai glowstick, menyala saat bergetar. Benda ini sangat berbahaya saat hancur, karena bisa menjerat dan menghancurkan makhluk hidup secara seketika dalam awan plasma yang dilepaskannya.
Peta Holografik: Sebagian senjata dan peralatannya adalah perangkat holografik yang diberikan kepadanya oleh Broker yang dapat memproyeksikan Peta Holografik di planet Morag seukuran lapangan bola kaki dan memproyeksikan apa yang sempat ada sebelumnya.
Quill mengamati lokasi candi yang hancur di Morag dan bisa mengidentifikasi makhluk dan orang-orang yang hidup di sana sebelum mereka punah. Bisa juga menyoroti area tertentu yang mengidentifikasi objek tertentu dengan tanda sinar holografik merah apabila mendeteksi objek yang dimaksud. Beginilah cara Quill naik tangga candi untuk menemukan Orb yang dicarinya.
Gravity Mine: device ini mampu menghasilkan daya gravitasi setara gravitasi planet, dapat digunakan untuk menarik objek tertentu, atau menarik segala benda disekitarnya dalam radius satu kaki. Star Lord menggunakan device ini ketika berhadapan dengan Korath beserta pasukannya.
Kenang kenangan dari planet Bumi.
Banyak dari barang barang pribadi milik Peter Quil terbawa bersamanya ketika ia diculik dari Planet asalnya. Barang barang tersebut saat ini tersimpan dalam pesawat kesayangannya Milano, termasuk musik dari walkman miliknya dapat dimainkan dalam sound system pesawat Milano, yang telah dimodifikasi sehingga dapat memutar kaset pita Walkman.



Komentar
Posting Komentar